Trauma Bonding Bikin Korban Sulit Tinggalkan Hubungan
- 28 Jun 2026 22:26 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang menilai korban kekerasan seharusnya bisa segera meninggalkan hubungan yang menyakitkan, namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Dalam banyak kasus, ada faktor psikologis yang membuat seseorang tetap bertahan meskipun mengalami tekanan dan kekerasan berulang.
Salah satu penjelasan ilmiah adalah adanya traumatic bonding, yaitu ikatan emosional yang terbentuk dari pola kekerasan yang diselingi momen perhatian atau kasih sayang. Studi Dutton dan Painter dalam Violence and Victims menemukan bahwa pola kekerasan yang bersifat intermiten dapat memperkuat keterikatan emosional korban terhadap pelaku, bahkan setelah hubungan berakhir .
Selain itu, siklus hubungan yang tidak stabil membuat korban terus berharap bahwa pasangan akan berubah menjadi lebih baik. Harapan ini diperkuat oleh momen-momen “baik” yang muncul di antara episode kekerasan, sehingga korban merasa hubungan masih bisa diperbaiki.
Isolasi sosial juga menjadi faktor penting yang membuat korban semakin sulit keluar dari hubungan. Ketika akses terhadap keluarga dan teman mulai berkurang, korban kehilangan dukungan eksternal yang sebenarnya dapat membantu mereka melihat situasi secara lebih objektif.
Dari sisi psikologis, rasa takut terhadap ancaman atau konsekuensi setelah meninggalkan pasangan sering kali sangat besar. Ketakutan ini dapat menciptakan kondisi seperti “terjebak”, di mana bertahan dianggap lebih aman dibandingkan mencoba keluar.
Faktor lain adalah menurunnya rasa percaya diri akibat manipulasi atau kekerasan emosional yang terus berulang. Kondisi ini membuat korban meragukan kemampuan dirinya sendiri untuk hidup mandiri atau memulai kehidupan baru.
Berdasarkan berbagai temuan psikologi, termasuk penelitian tentang trauma bonding, diketahui bahwa keterikatan korban bukan sekadar pilihan, tetapi hasil dari proses psikologis yang kompleks. Karena itu, pendekatan yang penuh pemahaman dan dukungan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar menyalahkan korban. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....