Kenalan Dengan “Fluor” Perisai Super untuk Gigi Kita
- 28 Jun 2026 22:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Edukasi mengenai pentingnya fluor sebagai pelindung gigi menjadi pembahasan dalam program Generasi Sehat di Programa 1 RRI Bukittinggi Jum'at 26 Juni 2026.
Terapis Gigi dan Mulut dari Puskesmas Rasimah Ahmad, Budi Lesmana Makhyar, AMKG, menegaskan bahwa fluor berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi, terutama bagi anak usia 6 hingga 12 tahun yang sedang mengalami masa pergantian gigi susu menjadi gigi permanen.
Dalam dialog tersebut, Budi menjelaskan bahwa menjaga kesehatan gigi tidak hanya mengandalkan fluor, tetapi juga harus dibarengi dengan kebiasaan menyikat gigi secara benar, membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss), serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Minimal sikat gigi dilakukan dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor," jelasnya.
Menurutnya, fluor merupakan mineral yang berfungsi memperkuat lapisan terluar gigi (email), sehingga lebih tahan terhadap serangan asam penyebab gigi berlubang. Karena itu, anak usia sekolah dasar menjadi kelompok prioritas dalam program aplikasi fluor varnish, yakni pelapisan fluor pada permukaan gigi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Ia menerangkan bahwa usia 6–12 tahun merupakan masa krusial karena gigi permanen mulai tumbuh dan lapisan emailnya masih belum sempurna sehingga lebih rentan mengalami kerusakan.
Selain penggunaan fluor, Budi juga mengingatkan pentingnya teknik menyikat gigi yang benar. Ia menyarankan penggunaan sikat gigi berbulu lembut dengan kepala kecil serta gerakan menyikat dari arah gusi ke gigi, bukan secara horizontal, agar tidak menyebabkan abrasi atau pengikisan pada leher gigi.
"Lidah juga perlu dibersihkan karena sisa makanan yang menempel di lidah dapat menjadi penyebab bau mulut," ujarnya.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa kekurangan fluor dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, nyeri, hingga kehilangan gigi permanen lebih dini. Sebaliknya, penggunaan fluor yang berlebihan juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan fluorosis yang ditandai bercak putih, bahkan bercak cokelat pada gigi jika kondisinya lebih berat.
Sebagai bentuk upaya promotif dan preventif, Puskesmas telah melaksanakan program aplikasi fluor varnish di sejumlah sekolah dasar melalui program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Pelapisan fluor dilakukan dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan sekali dan diawali dengan kegiatan sikat gigi bersama. Program tersebut mendapat respons positif dari para siswa dan akan diperluas ke sekolah-sekolah lainnya.
Budi juga mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama membiasakan anak menjaga kesehatan gigi sejak dini. Ia menekankan pentingnya membatasi konsumsi makanan manis dan lengket, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi buah dan sayur, serta memeriksakan kesehatan gigi ke dokter atau fasilitas kesehatan minimal dua kali dalam setahun.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa fluor bukan sekadar kandungan dalam pasta gigi, melainkan "perisai" yang membantu melindungi gigi permanen anak agar tetap sehat, kuat, dan terhindar dari karies sejak usia dini. (DP/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....