Memahami Fenomena Kerokan Tradisonal

  • 18 Jun 2026 22:04 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kerokan merah pada kulit, adalah sebuah praktik pengobatan tradisional yang populer di Indonesia, bahkan seringkali menghasilkan guratan merah pada kulit. Fenomena kerokan merah ini kerap diyakini sebagai tanda''angin'' yang keluar dari tubuh. namun secara medis warna merah tersebut memiliki penejelasan yang berbeda dan ilmiah.

Hal ini adalah merupakan respon alami tubuh terhadap gesekan kuat pada permukaan kulit.

Banyak orang merasakan kesegaran dan perbaikan kondisi setelah kerokan yang sebagian besar disebabkan oleh efek plasebo dan pelepasan endorfin. Namun praktik kerokan juga memiliki resiko jia tidak dilakukan dengan tepat.

Jika kerokan terlalu kuat atau kulit sensitif, warna merah yang muncul bisa menjadi sangat pekat dan kehitaman. Bahkan hal ini bisa menyebabkan iritasi kulit yang lebih parah dan bahkan peradangan.

Meskipun kerokan di anggap aman, ada situasi dimana gejala yang dirasakan memerlukan perhatian medis profesional. Fenomena tradisional adalah praktik kebiasaan atau kepercayaan yang diwariskan turun temurun. Kerokan adalah terapi alternatif tradisional yang dilakukan dengan cara menggosok permukaan kulit dengan menggunakan benda tumpul, seperti uang logam dan lainnya.

Secara budaya kerokan bertujuan membuka pori pori dan melancarkan sirkulasi energi agar angin atauracun yang terperangkap di dalam tubuh dapat keluar. Praktik ini berakar dari pengobatan tradisional Tiongkok (TCM ) yang dikenal dengan nama Gua Sha yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke 5 SM, di Asia Tenggara. Bahkan tehknik serupa juga menjadi budaya di Vietnam dan Kamboja. (ELB/YPA)

Sumber berita : https://www.halodoc.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....