SNBT Gagal, Psikolog Ungkap Dampak Respons Orangtua
- 31 Mei 2026 13:55 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - RRI.CO.ID.Bukittinggi- Dalam literatur psikologi perkembangan, respons orangtua saat kegagalan akademik memengaruhi konsep diri anak dalam jangka panjang kehidupannya. Pengumuman SNBT sering menjadi momen penuh tekanan sehingga keluarga perlu mengelola emosi sebelum merespons hasil anak tersebut.
Teori self-efficacy Albert Bandura menjelaskan bahwa keyakinan diri anak terbentuk dari pengalaman dan respons sosial lingkungan terdekatnya. Reaksi negatif orangtua dapat melemahkan persepsi kemampuan anak dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan di masa depan.
Dalam konteks ini, dukungan emosional orangtua menjadi faktor penting yang memengaruhi cara anak memaknai kegagalan yang dialaminya. Sikap tenang orangtua membantu anak melihat hasil SNBT sebagai proses, bukan sebagai penilaian akhir atas dirinya.
Anak yang tidak lolos SNBT sering mengaitkan hasil ujian dengan nilai diri sehingga rentan mengalami penurunan kepercayaan diri. Literatur psikologi menyarankan orangtua memberikan respons yang stabil agar anak tidak merasa gagal sebagai pribadi secara keseluruhan.
Validasi emosi menjadi langkah awal penting sebelum memberikan arahan atau solusi terhadap hasil seleksi yang diperoleh anak. Hal ini membantu anak merasa dipahami sehingga lebih mudah menerima situasi tanpa tekanan emosional tambahan dari lingkungan.
Pendekatan yang tepat dapat mencegah anak menginternalisasi kegagalan sebagai identitas diri yang menetap dalam pikirannya jangka panjang. Dengan dukungan yang tepat, anak dapat kembali membangun motivasi untuk mencoba jalur pendidikan lain yang tersedia.
Meski tidak lolos SNBT, masih banyak pilihan pendidikan seperti jalur mandiri, beasiswa, dan perguruan tinggi swasta berkualitas. Menurut Bandura, pengalaman kegagalan justru dapat menjadi bagian penting dalam membentuk ketangguhan dan keyakinan diri individu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....