Duduk Terlalu Lama Berbahaya untuk Tubuh
- 31 Mei 2026 13:42 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang mengira duduk terlalu lama hanyalah kebiasaan biasa yang paling berdampak pada pegal atau rasa capek. Padahal, gaya hidup yang terlalu banyak duduk bisa memberi efek serius bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Di era sekarang, aktivitas seperti bekerja di depan laptop, scrolling media sosial, bermain game, hingga menonton berjam-jam membuat tubuh semakin jarang bergerak tanpa disadari.
Tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk aktif bergerak. Ketika duduk terlalu lama, metabolisme tubuh melambat dan sirkulasi darah menjadi kurang optimal. Akibatnya, tubuh membakar kalori lebih sedikit dan otot-otot menjadi pasif terlalu lama. Kebiasaan ini jika dilakukan setiap hari dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari nyeri otot hingga gangguan yang lebih serius.
Salah satu dampak paling sering dirasakan adalah sakit punggung dan nyeri leher. Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam membuat otot tubuh tegang dan postur perlahan memburuk. Banyak orang yang bekerja sambil membungkuk ke layar laptop akhirnya mengalami pegal berkepanjangan tanpa sadar penyebab utamanya adalah terlalu lama duduk.
| Baca juga: Tetap Sehat saat Bekerja di Ruangan Ber-AC |
Selain masalah otot, duduk terlalu lama juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Kurangnya aktivitas fisik membuat aliran darah tidak berjalan sebaik saat tubuh aktif bergerak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga penyakit jantung. Bahkan beberapa penelitian menyebut gaya hidup sedentari memiliki dampak yang hampir sama buruknya dengan kurang olahraga.
Tidak hanya itu, terlalu banyak duduk juga bisa membuat berat badan lebih mudah naik. Saat tubuh minim gerak, pembakaran energi menjadi lebih sedikit sementara pola makan sering tetap sama. Akibatnya, kalori menumpuk lebih cepat dan risiko obesitas meningkat. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa tubuh cepat lelah meski aktivitas harian mereka tidak terlalu berat.
Yang sering tidak disadari, duduk terlalu lama juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Terlalu lama berada di satu posisi dan minim aktivitas fisik bisa membuat tubuh terasa lesu, pikiran mudah stres, dan suasana hati menurun. Bergerak sebenarnya membantu tubuh melepaskan hormon yang membuat mood lebih stabil dan pikiran terasa lebih segar.
Kebiasaan duduk berlebihan kini semakin umum terjadi, terutama sejak banyak aktivitas bisa dilakukan secara online. Mulai dari bekerja, belajar, belanja, hingga hiburan semuanya membuat orang lebih lama berada di depan layar. Tanpa disadari, satu hari bisa dihabiskan lebih dari delapan jam hanya untuk duduk. Jika terus dilakukan, dampaknya akan perlahan terasa pada tubuh.
Kabar baiknya, risiko ini bisa dikurangi dengan kebiasaan sederhana. Berdiri dan berjalan kecil setiap 30 sampai 60 menit dapat membantu tubuh tetap aktif. Stretching ringan, menggunakan tangga, atau sekadar berjalan mengambil minum juga lebih baik daripada duduk terus-menerus. Olahraga rutin beberapa kali seminggu juga penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Kadang hal sederhana seperti lebih sering bergerak sudah memberi pengaruh besar bagi tubuh. Jadi, kalau selama ini terlalu sering duduk tanpa jeda, mungkin sudah waktunya memberi tubuh kesempatan untuk bergerak lebih banyak setiap hari. (DEP/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....