Mitos, dan Fakta setelah Makan Daging Kambing
- 26 Mei 2026 22:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Setelah makan daging kambing saat Idul Adha, banyak orang langsung mengikuti berbagai “aturan tidak tertulis” yang belum tentu benar. Di balik kebiasaan itu, ada mitos yang turun-temurun bercampur dengan fakta medis yang sering diabaikan.
Salah satu mitos yang sering dipercaya adalah larangan minum susu setelah makan daging kambing karena dianggap berbahaya. Faktanya, bukan berbahaya, tetapi kombinasi ini bisa terasa lebih berat dicerna bagi sebagian orang dengan lambung sensitif.
| Baca juga: Pilihan Makanan yang Mengandung Vitamin B12 |
Ada juga anggapan bahwa minum teh atau kopi setelah makan daging akan langsung meracuni tubuh. Padahal, yang benar adalah kandungan tanin dapat mengganggu penyerapan zat besi sehingga sebaiknya diberi jeda waktu.
Banyak yang percaya makanan manis setelah makan daging hanya soal “pantangan tradisional” tanpa dasar jelas. Faktanya, gula berlebih saat pencernaan masih bekerja keras bisa membuat perut terasa lebih penuh dan tidak nyaman.
Mitos lain menyebut makan daging kambing malam hari selalu berbahaya bagi semua orang tanpa pengecualian. Namun secara medis, masalah utamanya adalah jarak waktu yang terlalu dekat dengan waktu tidur, bukan semata jam makannya.
Sebagian orang juga mengira minum air putih banyak setelah makan daging bisa memperparah kembung. Justru sebaliknya, hidrasi yang cukup membantu sistem pencernaan bekerja lebih lancar dan mengurangi rasa begah.
Pada akhirnya, yang paling penting bukan sekadar percaya mitos, tetapi memahami cara kerja tubuh secara ilmiah dan seimbang. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....