Habis Maraton Bukan Berarti Selesai, Ini Cara Recovery yang Benar

  • 18 Mei 2026 13:25 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Selesai lari maraton itu rasanya campur aduk. Bangga, lega, capek semuanya jadi satu. Tapi ada satu hal yang sering dilupakan: finish 42,195 km bukan berarti tubuh sudah selesai bekerja.

Justru setelah garis finish, tubuh kamu masih “beres-beres” besar-besaran di dalam.

Otot yang robek mikro, energi yang terkuras, cairan yang hilang—semuanya perlu waktu untuk pulih. Kalau fase ini diabaikan, risiko cedera atau drop performa bisa datang diam-diam.

Kenapa recovery itu penting banget?

Setelah maraton, tubuh kamu sebenarnya sedang dalam kondisi “habis perang kecil”. Bukan cuma kaki yang capek, tapi sistem tubuh juga ikut terkuras.

Makanya, recovery bukan sekadar istirahat—tapi proses balik ke kondisi normal (bahkan lebih kuat kalau benar).

1. Jangan langsung diam total setelah finish

Banyak orang setelah finish langsung duduk lama atau rebahan. Padahal ini bisa bikin kaki makin kaku.

Yang lebih baik:

  • Jalan pelan 5–15 menit setelah finish

  • Biar darah tetap mengalir

  • Bantu “pendinginan alami” tubuh

2. Minum itu wajib, bukan opsional

Setelah maraton, tubuh biasanya dehidrasi tanpa kamu sadar.

Yang perlu dilakukan:

  • Minum air sedikit-sedikit tapi sering

  • Tambahkan elektrolit kalau bisa

  • Jangan tunggu haus, karena itu sudah tanda telat

3. Isi “bahan bakar” secepatnya

Dalam 30–60 menit setelah finish, tubuh lagi dalam mode paling siap menyerap nutrisi.

Fokus sederhana:

  • Karbohidrat (pisang, nasi, roti)

  • Protein (susu, telur, ayam)

Tujuannya bukan makan mewah, tapi isi ulang energi dan bantu otot mulai perbaikan.

4. Istirahat itu bagian dari program latihan

Setelah maraton, wajar kalau badan terasa “remuk”.

Yang ideal:

Ini bukan malas—ini memang bagian dari proses.

5. Nyeri otot itu normal, tapi jangan dipaksa

Biasanya 1–3 hari setelah maraton, kaki mulai terasa pegal-pegal.

Yang bisa dilakukan:

  • Kompres dingin kalau terasa nyeri

  • Stretching ringan (jangan dipaksa)

  • Foam rolling pelan kalau nyaman

Kalau sakitnya tajam atau makin parah, itu tanda harus lebih hati-hati.

6. Makan normal dulu, jangan “diet mode”

Setelah maraton bukan waktu untuk defisit kalori atau jaga makan ketat.

Tubuh kamu butuh:

  • Karbohidrat untuk isi ulang energi

  • Protein untuk memperbaiki otot

  • Lemak sehat untuk bantu pemulihan hormon

Anggap saja ini fase “isi ulang full tank”.

7. Tidur jadi recovery paling murah tapi paling kuat

Kalau ada satu hal yang tidak boleh disepelekan, ini dia: tidur.

Selama tidur:

  • Otot diperbaiki

  • Energi diisi ulang

  • Sistem tubuh diseimbangkan lagi

Usahakan:

  • 7–9 jam tidur

  • Kalau bisa tambah tidur siang beberapa hari pertama

8. Jangan buru-buru balik lari

Ini bagian yang sering bikin orang cedera.

Kira-kira alurnya:

  • 3–7 hari: jalan santai / aktivitas ringan

  • 1–2 minggu: jogging ringan kalau sudah enak

  • 2–4 minggu: baru kembali latihan normal (tergantung kondisi)

Recovery setelah maraton itu bukan tentang seberapa cepat kamu balik lari, tapi seberapa baik kamu memulihkan tubuh. Karena pelari yang kuat bukan yang paling cepat pulih ke latihan, tapi yang tahu kapan harus berhenti dulu supaya bisa lebih kuat nanti.

Kalau kamu mau, aku bisa bantu bikin program recovery harian 7–14 hari setelah maraton yang lebih spesifik dan mudah diikuti. (DEP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....