Pertemanan Toxic Ganggu Kesehatan Mental

  • 11 Mei 2026 14:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Fenomena pertemanan toxic semakin menjadi perhatian di kalangan generasi muda. Hubungan pertemanan yang tidak sehat dinilai dapat memengaruhi kondisi mental seseorang.

Psikolog menjelaskan pertemanan toxic biasanya ditandai dengan sikap merendahkan dan manipulatif. Kondisi tersebut membuat seseorang merasa tidak nyaman hingga kehilangan rasa percaya diri.

Banyak remaja mengaku sulit keluar dari lingkungan pertemanan toxic karena takut dijauhi teman. Akibatnya, mereka tetap bertahan meski sering merasa tertekan secara emosional.

Media sosial juga disebut turut memperbesar konflik dalam hubungan pertemanan. Sindiran dan komentar negatif di dunia digital sering memicu kesalahpahaman antar teman.

Tenaga kesehatan mental menyarankan masyarakat untuk mengenali ciri hubungan yang tidak sehat sejak awal. Komunikasi yang baik dan saling menghargai menjadi dasar penting dalam sebuah pertemanan.

Beberapa mahasiswa di Bukittinggi memilih membatasi hubungan dengan teman yang membawa pengaruh negatif. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga kenyamanan dan kesehatan mental diri sendiri.

Pengamat sosial menilai lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter seseorang. Karena itu, memilih teman yang suportif dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan mental dalam hubungan sosial. Pertemanan yang sehat dinilai mampu memberikan dukungan positif dan membantu perkembangan diri seseorang. (SVD/AH)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....