Bukan Malas, tapi Burnout! Fenomena ‘Healing Diam-Diam’ yang Lagi Viral
- 27 Mar 2026 05:21 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Fenomena burnout semakin sering dialami anak muda di era sekarang. Banyak dari mereka memilih menarik diri untuk memulihkan diri.
Istilah “healing diam-diam” mulai populer di media sosial. Gaya ini dilakukan tanpa banyak publikasi atau pengakuan.
Banyak orang salah mengartikan kondisi ini sebagai kemalasan. Padahal burnout merupakan kelelahan fisik dan mental yang serius.
World Health Organization menyebut burnout sebagai sindrom akibat stres kerja kronis. “Burnout ditandai kelelahan, sinisme, dan penurunan efektivitas kerja.”
Tekanan pekerjaan dan tuntutan hidup menjadi penyebab utama burnout. Banyak anak muda merasa harus selalu produktif setiap waktu.
Media sosial juga memperkuat tekanan tersebut. Perbandingan hidup membuat banyak orang merasa tertinggal.
American Psychological Association menyatakan tekanan sosial meningkatkan risiko stres. “Perbandingan sosial dapat memperburuk kesehatan mental seseorang.”
Healing diam-diam menjadi cara sederhana untuk memulihkan diri. Aktivitas seperti istirahat atau menjauh dari keramaian mulai dipilih.
Menurut laporan McKinsey Health Institute, kesehatan mental kini jadi perhatian utama. “Generasi muda semakin sadar pentingnya menjaga keseimbangan hidup.”
Meski terlihat sederhana, proses pemulihan membutuhkan waktu. Setiap individu memiliki cara berbeda untuk kembali pulih.
Kesadaran tentang burnout diharapkan terus meningkat. Dengan begitu, stigma terhadap kondisi ini bisa perlahan berkurang. (APS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....