Bahaya Terlalu Banyak Makan Gorengan saat Berbuka Puasa

  • 22 Feb 2026 22:59 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Berbuka puasa identik dengan aneka hidangan lezat, salah satunya gorengan. Mulai dari bakwan, risoles, tahu isi hingga pisang goreng, semuanya terasa menggoda setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, terlalu banyak mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

1. Mengganggu Sistem Pencernaan

Setelah berpuasa selama kurang lebih 12 jam, lambung berada dalam kondisi kosong. Makanan tinggi lemak seperti gorengan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Jika langsung dikonsumsi dalam jumlah banyak, hal ini bisa memicu rasa begah, mual, nyeri lambung, bahkan gangguan asam lambung.

Lemak berlebih juga memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga tubuh terasa tidak nyaman saat menjalankan ibadah tarawih.

2. Memicu Lonjakan Kolesterol

Gorengan umumnya dimasak dengan minyak yang dipanaskan berulang kali. Proses ini dapat menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh. Lemak trans diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

Jika kebiasaan ini terus dilakukan selama bulan puasa, risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah bisa meningkat.

3. Berat Badan Mudah Naik

Banyak orang mengira puasa otomatis menurunkan berat badan. Namun, konsumsi gorengan berlebihan saat berbuka justru bisa menyebabkan peningkatan berat badan. Gorengan tinggi kalori tetapi rendah serat, sehingga mudah menambah asupan energi tanpa memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

Akibatnya, kita cenderung makan lebih banyak lagi setelahnya.

4. Risiko Dehidrasi

Makanan berminyak dapat membuat tubuh terasa lebih haus. Padahal, waktu untuk memenuhi kebutuhan cairan saat puasa sangat terbatas. Jika setelah berbuka kita mengonsumsi banyak gorengan, rasa haus bisa semakin meningkat dan berisiko menyebabkan dehidrasi keesokan harinya.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jangka Panjang

Kebiasaan makan tinggi lemak dan rendah nutrisi dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan jantung. Bulan puasa seharusnya menjadi momen memperbaiki pola makan, bukan justru memperburuknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....