Mengenal Gejala Psikotik pada Parkinson

  • 21 Feb 2026 22:26 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi :Dalam konteks medis, istilah psikotik digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mengalami gangguan dalam mempersepsikan realitas, seperti melihat, mendengar, atau meyakini sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Gejala psikosik pada Parkinson atau Parkinson’s disease psychosis (PDP) merupakan komplikasi yang cukup sering ditemukan. Manifestasi sangat beragam tergantung pada derajat keparahan.

Gejala psikotik pada penyakit Parkinson dapat berupa macam-macam halusinasi, seperti:

1. Halusinasi kehadiran, yaitu perasaan seolah ada orang lain di sekitar meskipun tidak terlihat secara nyata.

2. Halusinasi visual yang kompleks, seperti melihat manusia, hewan, atau benda dengan bentuk yang jelas.

3. Halusinasi indra lain, misalnya mendengar suara, merasakan sentuhan, mencium bau, atau merasakan rasa tertentu yang biasanya dapat terjadi bersamaan dengan halusinasi visual.

4. Paranoid (pikiran curiga berlebihan), seperti mencurigai pasangan, anggota keluarga, atau teman, tanpa alasan jelas.

Gejala psikotik biasanya muncul secara bertahap seiring dengan perkembangan penyakit. Pada tahap awal, penderita mungkin menyadari bahwa apa yang dialami tidak nyata. Namun, seiring progresivitas penyakit, kemampuan ini dapat menurun pada kondisi yang lebih berat, dapat muncul waham, yaitu keyakinan yang salah namun sulit dikoreksi meski tidak sesuai kenyataan.

Menurut studi dalam Journal of Neuroscience and Neurological Disorders (2023), halusinasi visual merupakan gejala yang paling sering terjadi, sekitar 65–75% penderita penyakit Parkinson pernah mengalaminya. Selain itu, risiko terjadinya gejala psikotik juga dapat meningkat seiring lamanya seseorang mengalami kondisi Parkinson, yaitu sekitar 50% setelah 15 tahun dan 70% setelah 20 tahun.

Apa yang Menyebabkan Munculnya Gejala Psikotik pada Parkinson?

Selama bertahun-tahun, psikotik pada penyakit Parkinson dianggap sebagai efek samping dari obat dopaminergik yang digunakan untuk mengatasi gejala motorik. Namun, penemuan terbaru menunjukkan bahwa obat bukanlah satu-satunya penyebabnya.

Pada sebagian pasien, psikotik dapat muncul akibat konsekuensi dari penyakit Parkinson, termasuk gangguan pada cara otak memproses informasi visual dan perubahan pola tidur. Selain itu, ketidakseimbangan zat kimia otak seperti dopamin, serotonin, dan asetilkolin juga turut berperan dalam munculnya gejala psikotik.

Sebagai contoh, dopamin berperan penting dalam mengatur gerakan tubuh. Pada penderita penyakit Parkinson, kadar dopamin biasanya lebih rendah dari normal sehingga gerakan menjadi kaku dan melambat. Perubahan keseimbangan zat kimia ini juga bisa memengaruhi cara otak memproses kenyataan sehingga memicu gejala psikotik.

Di sisi lain, obat untuk penyakit Parkinson bekerja dengan cara meningkatkan kadar dopamin untuk memperbaiki kemampuan bergerak. Namun, peningkatan dopamin ini pada sebagian orang dapat menyebabkan halusinasi, dan pada kasus yang lebih jarang, dapat berkembang menjadi psikotik. (ALT/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....