Jangan Tunggu Gejala, "Pahami Risiko Kanker Payudara dari Sekarang"
- 18 Feb 2026 14:14 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bicara tentang kanker payudara sering kali membuat kita takut duluan. Padahal, memahami penyebab dan faktor risikonya justru bisa membantu kita lebih tenang dan waspada. Kanker payudara bukan penyakit yang muncul begitu saja dalam semalam. Biasanya, ada kombinasi faktor yang berperan di baliknya.
Pertama, faktor genetik. Kalau dalam keluarga, seperti ibu, kakak, atau nenek—pernah ada yang mengalami kanker payudara, risikonya memang bisa lebih tinggi. Beberapa kasus berkaitan dengan mutasi gen seperti BRCA1 dan BRCA2, yang seharusnya membantu memperbaiki sel rusak. Ketika gen ini bermutasi, risiko kanker bisa meningkat. Tapi penting diingat, tidak semua yang punya riwayat keluarga pasti akan mengalaminya juga.
Usia juga punya peran. Semakin bertambah umur, risiko kanker payudara ikut meningkat, terutama setelah usia 40 tahun. Itu sebabnya dokter sering menyarankan pemeriksaan rutin ketika memasuki usia tersebut. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk berjaga-jaga.
| Baca juga: Beragam Manfaat Kafein untuk Kesehatan |
Ada juga faktor hormon. Tubuh perempuan sangat dipengaruhi hormon estrogen. Jika paparan estrogen terjadi lebih lama misalnya karena menstruasi datang terlalu dini, menopause terlambat, atau belum pernah hamil—risikonya bisa sedikit meningkat. Begitu pula penggunaan terapi hormon dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis.
Gaya hidup ternyata punya pengaruh besar. Jarang bergerak, berat badan berlebih, konsumsi alkohol, hingga pola makan kurang seimbang bisa meningkatkan risiko. Lemak tubuh yang berlebih, terutama setelah menopause, dapat memicu peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Artinya, menjaga pola hidup sehat bukan cuma soal penampilan, tapi juga perlindungan jangka panjang.
Paparan radiasi di area dada, terutama saat usia masih muda, juga termasuk faktor risiko. Misalnya, seseorang yang pernah menjalani terapi radiasi untuk penyakit lain. Meski tidak selalu berujung kanker, faktor ini tetap perlu diperhatikan dalam riwayat kesehatan.
Hal penting yang perlu digarisbawahi: memiliki faktor risiko bukan berarti pasti akan terkena kanker payudara. Dan sebaliknya, tidak punya faktor risiko pun bukan jaminan sepenuhnya aman. Karena itulah deteksi dini sangat penting.
Mulai dari langkah sederhana seperti melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin, memperhatikan perubahan pada payudara, hingga melakukan pemeriksaan medis berkala sesuai anjuran dokter. Semakin cepat ditemukan, peluang pengobatan yang berhasil pun semakin besar.
Kanker payudara memang terdengar menakutkan. Tapi ketakutan yang dibarengi pengetahuan justru bisa berubah jadi kekuatan. Bukan untuk cemas berlebihan, melainkan untuk lebih peduli pada tubuh sendiri. Karena menjaga kesehatan bukan soal nanti tapi mulai hari ini. (DEP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....