Sakit Leher dan Bahu karena Duduk Lama? Ini Solusinya
- 18 Feb 2026 10:14 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di era modern, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan komputer, baik untuk bekerja, belajar, maupun bermain gadget. Tanpa disadari, kebiasaan ini sering menimbulkan keluhan seperti leher terasa kaku, bahu pegal, hingga nyeri yang menjalar ke punggung dan kepala.
Jika Anda sering merasakan sakit leher dan bahu setelah duduk lama, jangan anggap sepele. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh mulai mengalami gangguan postur dan ketegangan otot akibat posisi duduk yang tidak ideal.
Mengapa Duduk Lama Bisa Menyebabkan Sakit Leher dan Bahu?
Saat duduk terlalu lama, tubuh cenderung berada pada posisi statis. Otot-otot di sekitar leher, bahu, dan punggung bekerja lebih keras untuk menopang kepala dan menjaga postur.
Apalagi jika posisi duduk membungkuk, kepala terlalu menunduk, atau bahu naik tanpa sadar, otot akan mengalami ketegangan terus-menerus. Lama-kelamaan, kondisi ini memicu nyeri dan kekakuan.
Beberapa penyebab utama sakit leher dan bahu karena duduk lama antara lain:
Postur tubuh membungkuk
Posisi kepala terlalu maju (forward head posture)
Bahunya tegang karena stres
Kurang peregangan
Terlalu lama menatap layar
Meja dan kursi kerja tidak ergonomis
Gejala yang Sering Dirasakan
Keluhan sakit leher dan bahu biasanya disertai dengan beberapa gejala berikut:
Leher terasa kaku dan sulit menoleh
Bahu terasa berat atau nyeri
Nyeri menjalar hingga punggung atas
Kepala sering pusing atau sakit kepala tegang
Otot terasa tegang seperti ditarik
Kadang muncul kesemutan pada tangan
Jika gejala muncul berulang, berarti tubuh membutuhkan perhatian lebih serius.
Solusi Mengatasi Sakit Leher dan Bahu Karena Duduk Lama
| Baca juga: Kenali Gejala Osteoarthritis |
Berikut beberapa solusi efektif yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan mencegah keluhan tersebut:
1. Perbaiki Posisi Duduk
Posisi duduk yang benar dapat membantu mengurangi tekanan pada leher dan bahu.
Tips posisi duduk ergonomis:
Punggung tegak dan menempel pada sandaran kursi
Bahu rileks, tidak terangkat
Kepala sejajar dengan tubuh (tidak terlalu maju)
Layar komputer sejajar dengan pandangan mata
Siku membentuk sudut 90 derajat
Kaki menapak rata di lantai
Dengan posisi yang tepat, beban otot leher dan bahu akan jauh berkurang.
2. Istirahat dan Bergerak Setiap 30–60 Menit
Duduk terlalu lama membuat otot bekerja tanpa jeda. Karena itu, tubuh perlu istirahat dengan cara bergerak ringan.
Cobalah:
berdiri sejenak
berjalan ke toilet atau mengambil air minum
menggerakkan bahu dan leher perlahan
Meski hanya 2–5 menit, aktivitas ini sangat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan.
3. Lakukan Peregangan Leher dan Bahu
Stretching atau peregangan adalah solusi sederhana namun efektif.
Beberapa gerakan yang bisa dilakukan:
menoleh kanan-kiri perlahan
menunduk dan mendongak secara pelan
menarik bahu ke atas lalu lepaskan
memutar bahu ke depan dan ke belakang
meregangkan otot trapezius (bahu atas)
Lakukan peregangan 2–3 kali sehari untuk hasil lebih maksimal.
4. Kurangi Kebiasaan Menunduk Saat Main HP
Banyak orang mengalami “text neck”, yaitu nyeri leher akibat terlalu sering menunduk melihat ponsel.
Solusi:
angkat posisi HP sejajar mata
hindari mengetik terlalu lama tanpa jeda
gunakan penyangga HP jika perlu
Kebiasaan kecil ini sangat berpengaruh pada kesehatan leher.
5. Gunakan Kompres Hangat
Jika leher dan bahu terasa kaku, kompres hangat bisa membantu merilekskan otot.
Caranya:
tempelkan handuk hangat atau heating pad pada area nyeri
lakukan 10–15 menit
ulangi 2 kali sehari
Kompres hangat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa pegal.
6. Kelola Stres dan Ketegangan
Tanpa disadari, stres membuat bahu menjadi lebih tegang. Banyak orang yang saat stres cenderung mengangkat bahu atau mengencangkan otot leher.
Cobalah:
latihan pernapasan dalam
relaksasi ringan
tidur cukup
olahraga rutin
Mengelola stres adalah bagian penting untuk mengurangi nyeri bahu dan leher.
7. Pertimbangkan Fisioterapi Jika Nyeri Tidak Hilang
Jika nyeri berlangsung lebih dari 1–2 minggu, muncul kesemutan, atau mengganggu aktivitas, sebaiknya segera konsultasi dengan fisioterapis.
Fisioterapi dapat membantu dengan:
terapi manual untuk mengurangi ketegangan otot
latihan postur tubuh
terapi panas atau elektroterapi
program latihan untuk memperkuat otot leher dan punggung
edukasi ergonomi kerja
Dengan penanganan yang tepat, keluhan bisa berkurang dan risiko kambuh lebih kecil.
Kapan Harus Waspada?
Segera periksa ke tenaga medis jika mengalami:
nyeri sangat hebat
leher sulit digerakkan sama sekali
kesemutan atau kebas pada tangan
kelemahan otot lengan
nyeri disertai demam atau pusing berat
Gejala tersebut bisa mengarah pada gangguan saraf atau kondisi yang lebih serius.
Sakit leher dan bahu akibat duduk lama adalah masalah yang umum terjadi, terutama pada pekerja kantoran, pelajar, hingga pengguna gadget aktif. Penyebab utamanya adalah postur yang salah, kurang bergerak, dan ketegangan otot yang menumpuk.
Solusinya dimulai dari hal sederhana: memperbaiki posisi duduk, rutin peregangan, mengurangi kebiasaan menunduk, dan beristirahat setiap beberapa waktu. Jika keluhan tidak membaik, fisioterapi dapat menjadi pilihan terbaik untuk membantu pemulihan.
Karena tubuh yang sehat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. (DP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....