Whip Pink Viral, "Ancaman Bahaya Kesehatan Remaja Indonesia”

  • 28 Jan 2026 18:17 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi : Fenomena Whip Pink tengah viral di media sosial, membuat banyak remaja penasaran ingin mencobanya sendiri. Meski terlihat “seru”, gas ini menyimpan risiko kesehatan serius yang tidak boleh diremehkan.

Whip Pink adalah gas nitrous oxide, biasa digunakan untuk pendorong krim kocok di industri kuliner. Dalam dunia medis, zat ini juga dipakai sebagai anestesi ringan, tetapi hanya di bawah pengawasan dokter profesional.

Sayangnya, sebagian remaja menggunakan Whip Pink sebagai inhalan rekreasional untuk sensasi euforia sementara atau yang biasa disebut “nge-fly”. Gas ini biasanya dihirup dari tabung, balon, atau alat penyimpanan lainnya tanpa kontrol keamanan apapun.

BNN RI memperingatkan bahwa penyalahgunaan nitrous oxide dapat menyebabkan hipoksia, kondisi kekurangan oksigen serius yang berpotensi fatal. Bahkan penggunaan jangka pendek sudah bisa memicu gangguan pernapasan dan penurunan kesadaran mendadak pada pengguna.

Efek jangka panjang jauh lebih mengkhawatirkan, termasuk kerusakan saraf permanen dan defisiensi vitamin B12. Kondisi ini bisa mengganggu fungsi otak, saraf, koordinasi tubuh, serta kemampuan berpikir dan bergerak normal.

Selain itu, penyalahgunaan gas ini meningkatkan risiko kematian mendadak akibat gangguan pernapasan. WHO menegaskan bahwa inhalan seperti nitrous oxide tidak aman digunakan secara rekreasional, dan efek negatifnya bisa berlangsung lama.

Oleh karena itu, orang tua dan remaja diimbau untuk menjauhi Whip Pink serta segera mencari bantuan medis jika terjadi gangguan kesehatan. Edukasi dan pengawasan menjadi kunci mencegah remaja terjerumus pada kebiasaan berbahaya ini. (AS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....