Kerja Lembur Terlalu Lama, Tubuh Bisa Terancam

  • 28 Jan 2026 17:17 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kerja lembur memang sering dianggap sebagai bukti dedikasi tinggi, namun tahukah Anda, tubuh bisa menanggung dampak serius jangka panjang? Banyak pekerja lupa bahwa produktivitas berlebihan justru bisa menurunkan kualitas hidup mereka secara drastis.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja lebih dari 55 jam per minggu meningkatkan risiko stroke hingga 35 persen dibanding jam kerja normal. Fakta ini menunjukkan bahwa tubuh memiliki batas yang tidak boleh dilewati meski tuntutan pekerjaan tinggi.

Risiko kedua adalah meningkatnya kemungkinan penyakit jantung akibat stres berkepanjangan dan kurangnya waktu pemulihan tubuh. Pekerja yang terus-menerus lembur tanpa istirahat memicu gangguan sirkulasi dan metabolisme yang berpotensi fatal.

Tak hanya fisik, kesehatan mental juga ikut terdampak. Kelelahan kronis memicu stres berkepanjangan, gangguan tidur, dan menurunkan fokus sehingga kehidupan sehari-hari terasa lebih berat.

Tekanan darah tinggi sering menjadi “silent enemy” bagi pekerja overwork. Stres berkepanjangan akibat pekerjaan yang menumpuk dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu penyakit kronis jika tidak segera ditangani.

Selain itu, lembur mengganggu keseimbangan hidup dan hubungan sosial. Pekerja cenderung merasa terisolasi, kurang waktu bersama keluarga, dan kehilangan momen santai yang penting untuk kesehatan mental.

Kesadaran terhadap risiko ini penting agar kita bisa lebih bijak mengatur waktu kerja dan istirahat. Mengelola jam kerja dengan baik bukan hanya menjaga produktivitas, tapi juga kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang. (AS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....