Kenali Gejala Tuberkulosis Ginjal Sebelum Terlambat Parah

  • 27 Jan 2026 07:51 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang tidak menyadari nyeri pinggang dan darah dalam urine bisa menjadi tanda tuberkulosis ginjal serius. Deteksi dini sangat penting karena penyakit ini berkembang perlahan dan bisa merusak ginjal sebelum gejala jelas muncul.

Tuberkulosis ginjal termasuk jenis TB ekstra paru yang sering terlambat terdiagnosis karena gejala awalnya ringan dan tidak spesifik. Penyakit ini menyerang ginjal dan saluran kemih, sehingga bisa menyebabkan kerusakan organ permanen jika pengobatan tertunda terlalu lama.

Gejala awal tuberkulosis ginjal sering muncul berupa nyeri pinggang atau punggung bagian bawah yang berlangsung kronis. Selain itu, pasien juga dapat menemukan darah dalam urine tanpa rasa sakit, gejala yang kadang diabaikan karena muncul sporadis.

Infeksi kronis pada ginjal juga bisa menyebabkan sering buang air kecil, urin berbuih, demam ringan, dan penurunan berat badan. Karena menyerupai infeksi saluran kemih biasa, diagnosis medis sering tertunda, sehingga pemeriksaan laboratorium dan USG menjadi sangat penting.

WHO menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap TB ekstra paru, termasuk tuberkulosis ginjal, untuk mencegah komplikasi serius. Penanganan dini dengan obat anti tuberkulosis dapat menyembuhkan infeksi sekaligus mencegah kerusakan ginjal permanen, menurut data resmi WHO.

Orang dengan riwayat TB paru atau sistem imun lemah memiliki risiko lebih tinggi terkena tuberkulosis ginjal, sehingga pemantauan rutin sangat dianjurkan. Konsultasi segera dianjurkan saat muncul gejala seperti darah dalam urine atau nyeri pinggang kronis untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

Edukasi kesehatan masyarakat menjadi kunci agar gejala tuberkulosis ginjal lebih cepat dikenali dan pengobatan bisa dilakukan tepat waktu. Deteksi dini memungkinkan pasien menjalani terapi lebih awal, mengurangi risiko gagal ginjal dan komplikasi jangka panjang yang serius.

Pencegahan tambahan meliputi gaya hidup sehat, menjaga kebersihan, dan kontrol rutin bagi mereka yang pernah terinfeksi TB paru. Kesadaran masyarakat, pemeriksaan rutin, dan pengobatan tepat menjadi fondasi penting menekan angka TB ginjal di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....