Penyebab Badan Lemas Setelah Begadang Secara Ilmiah Tubuh
- 15 Des 2025 12:32 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Begadang menyebabkan tubuh kekurangan waktu tidur yang cukup sehingga proses pemulihan sel dan jaringan tidak berjalan optimal sebagaimana mestinya. Kondisi ini membuat sistem saraf dan otot tidak mendapatkan istirahat yang diperlukan, sehingga keesokan harinya tubuh terasa lemas, berat, dan sulit berenergi.
Kurang tidur akibat begadang dapat mengganggu keseimbangan hormon penting seperti melatonin dan kortisol yang berperan besar dalam mengatur energi tubuh. Ketidakseimbangan hormon tersebut membuat ritme sirkadian terganggu, sehingga tubuh merasa kelelahan meskipun aktivitas fisik tidak terlalu berat.
Begadang juga memengaruhi fungsi otak yang bertugas mengatur fokus, konsentrasi, dan kewaspadaan sepanjang hari. Akibatnya, otak bekerja lebih lambat dan mengirim sinyal ke tubuh dalam kondisi lelah, yang kemudian dirasakan sebagai badan lemas dan mudah mengantuk.
Metabolisme tubuh dapat melambat ketika seseorang sering begadang, karena jam biologis tubuh tidak sinkron dengan waktu aktivitas. Metabolisme yang melambat ini membuat proses pembentukan energi dari makanan tidak berjalan maksimal, sehingga tubuh kekurangan tenaga.
Peran sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat kurang tidur di malam hari. Saat daya tahan tubuh menurun, tubuh lebih rentan mengalami kelelahan, pegal, dan rasa tidak bertenaga meskipun tidak sedang sakit.
Begadang sering kali disertai dengan kebiasaan makan tidak teratur atau konsumsi kafein berlebihan untuk melawan rasa kantuk. Pola ini dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi tidak stabil, sehingga tubuh terasa lemas, gemetar, dan cepat lelah.
Kurang tidur dapat meningkatkan peradangan ringan di dalam tubuh yang tidak langsung terasa sebagai nyeri. Peradangan ini memengaruhi fungsi otot dan sendi, sehingga tubuh terasa berat dan tidak segar saat beraktivitas.
Begadang juga berdampak pada kesehatan mental, seperti meningkatnya stres dan suasana hati yang buruk. Kondisi mental yang tertekan ini dapat memperparah rasa lelah fisik, sehingga badan terasa lemas meskipun tidak melakukan pekerjaan berat.
Kualitas tidur yang buruk akibat begadang membuat fase tidur dalam yang penting bagi pemulihan tubuh menjadi berkurang. Tanpa tidur dalam yang cukup, tubuh tidak sempat mengisi ulang energi secara maksimal, sehingga kelelahan terasa sepanjang hari.
Badan lemas setelah begadang merupakan hasil dari gabungan berbagai faktor fisiologis dan psikologis yang saling berkaitan. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang teratur dan cukup sangat penting agar tubuh tetap bugar, berenergi, dan mampu menjalani aktivitas harian dengan optimal.
(RRI Bukittinggi/ MU)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....