Mengenal Penyakit Gagal Ginjal Kronis

  • 12 Agt 2025 19:23 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Penyakit ginjal kronis (PGK) atau gagal ginjal kronis (GGK) merupakan suatu kondisi di mana ginjal tidak berfungsi dengan baik untuk waktu yang lama. Fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal.

Gagal ginjal kronis merupakan kondisi yang terjadi ketika ginjal telah mengalami kerusakan parah dalam jangka panjang atau sudah lebih dari 3 bulan.

Dikutip dari alodokter Fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah atau zat sisa metabolisme tubuh dan kelebihan cairan dari darah untuk dibuang melalui urine. Setiap hari, kedua ginjal menyaring sekitar 120–150 liter darah dan menghasilkan sekitar 1–2 liter urine.

Selain menyaring limbah dan kelebihan cairan, ginjal juga berfungsi untuk :

- Menghasilkan enzim renin yang menjaga tekanan darah dan kadar garam dalam tubuh tetap normal

- Membuat hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah

- Memproduksi vitamin Ddalam bentuk aktif yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang

Gagal ginjal kronis atau penyakit ginjal kronis menyebabkan cairan, elektrolit, dan limbah menumpuk di dalam tubuh dan menimbulkan gangguan. Gejala bisa lebih terasa ketika fungsi ginjal memburuk.

Pada tahap lanjut, gagal ginjal kronis dapat berakibat fatal, terutama jika tidak ditangani, misalnya dengan cuci darah atau yang dikenal juga sebagai hemodialisis.

Gagal ginjal kronis disebabkan oleh kerusakan jaringan ginjal yang dipicu oleh penyakit jangka panjang. Beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab gagal ginjal adalah diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit asam urat.

Untuk kondisi gagal ginjal tahap kronis, gangguan metabolisme tubuh sudah berat karena ginjal tidak dapat menyaring racun. Gejala yang ditemukan pada penderita gagal ginjal kronis antara lain tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, buang air kecil menjadi sedikit (oligouria), Pucat dan lemas.

Gagal ginjal kronis dapat memicu sejumlah komplikasi diantaranya gangguan elektrolit seperti penumpukan fosfor dan hiperkalemia atau kenaikan kadar kalium yang tinggi dalam darah, gangguan keseimbangan asam dan basa di dalam tubuh seperti asidosis, Penyakit jantung dan pembuluh darah.

Selanjutnya Penumpukan kelebihan cairan di rongga tubuh misalnya edema paru atau asites, Anemia karena ginjal juga berfungsi untuk membentuk sel darah merah, Kerusakan sistem saraf pusat yang bisa menyebabkan kejang. (ALT/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....