Penyebab Tubuh Sering Sakit-sakitan
- 21 Apr 2025 19:40 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Rasa sakit yang dialami manusia seperti batuk, demam, sakit kepala dan lainnya merupakan kondisi daya tahan tubuh sedang mangalami penurunan.
Dikutip dari alodokter berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab tubuh sering sakit-sakitan:
1. Pola makan kurang sehat
Daya tahan tubuh yang kuat bisa dimiliki dengan banyak mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi, seperti antioksidan, protein, omega-3, serta vitamin dan mineral. Contohnya adalah sayur dan buah-buahan, telur, telur asin, ikan, kerang, kacang, yoghurt, dan biji-bijian, seperti gandum. Sebaliknya, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dapat membuat daya tahan tubuh lemah dan rentan sakit. Karena itu, kurangilah konsumsi makanan yang tidak sehat, seperti makanan cepat saji atau makanan tinggi lemak jenuh, terlalu asin, atau terlalu manis. Hindari pula kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak higienis, makanan yang mentah, setengah matang, atau makanan yang sudah basi karena makanan tersebut mengandung kuman dan parasit penyebab infeksi.
2. Kekurangan cairan
Selain makanan sehat, perbanyak konsumsi cairan, mulai dari air putih, teh, dan jus buah, juga bisa mencegah Anda sakit-sakitan. Dengan mencukupi kebutuhan cairan tiap harinya, asupan nutrisi ke seluruh sel di dalam tubuh akan terjaga dan organ tubuh dapat berfungsi secara normal. Air juga berfungsi untuk melembabkan area mulut, hidung, dan tenggorokan agar virus dan kuman tidak mudah masuk. Oleh sebab itu, risiko Anda terserang penyakit akan lebih tinggi jika tubuh kekurangan cairan. Tak hanya itu, kurang minum air juga bisa meningkatkan risiko tubuh untuk mengalami dehidrasi. Hindari konsumsi minuman beralkohol berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
3. Stres berkepanjangan
Stres yang terjadi sesekali dan mereda setelah penyebabnya diatasi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, jika merasa stres berat dan berkepanjangan atau stres sudah menimbulkan masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan cemas, maka dampaknya bisa membuat daya tahan tubuh lemah. Akibatnya, tubuh pun akan menjadi mudah jatuh sakit.
4. Kurang tidur
Berbagai penelitian menyatakan bahwa kebiasaan kurang tidur dapat menurunkan kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi. Tak hanya itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Karena itu, disarankan untuk tidak sering begadang dan tidurlah pada jadwal yang teratur, dengan durasi 7 – 9 jam setiap malamnya.
5. Malas mencuci tangan
Saat beraktivitas sepanjang hari, tanpa disadari tangan Anda mungkin telah menyentuh sesuatu yang kotor dan terdapat virus dan bakteri. Misalnya, saat mengganti popok bayi, setelah buang air kecil atau besar, memegang gagang pintu, bahkan saat menyentuh layar HP. Karena itu, jika jarang atau malas cuci tangan, maka kebiasaan ini dapat meningkatkan peluang kuman dan virus yang ada di tangan masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, atau mata. Oleh karena itu, perlu rutin membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan benar agar tubuh tidak mudah sakit-sakitan.
6. Kurang menjaga kebersihan
Kebersihan tubuh dan lingkungan memegang peranan penting dalam mencegah penyakit infeksi. Ketika kebersihan atau sanitasi tidak terjaga, maka kuman, virus, dan parasit penyebab infeksi akan mudah berkembang biak dan menyerang tubuh. Jika sudah demikian, tetap akan rentan terkena infeksi meski sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. Jadi, penting untuk rutin membersihkan rumah, tidak membuang sampah sembarangan, rajin mencuci tangan, dan sering menyikat gigi agar kebersihan tubuh terjaga dan tidak mudah terserang penyakit.
7. Kondisi medis tertentu
Selain beberapa akibat beberapa faktor di atas, melemahnya daya tahan tubuh juga bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, di antaranya:
· Efek samping obat-obatan, seperti kemoterapi.
· Pernah menjalan operasi pengangkatan limpa (splenektomi).
· HIV/AIDS.
· Leukopenia atau kondisi rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi.
· Kelainan genetik, misalnya sindrom DiGeorge.
· Malnutrisi. (WK/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....