Mengenal Imunisasi Difteri dan Tetanus

  • 13 Des 2024 08:16 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Imunisasi difteri dan tetanus (umumnya diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi seperti DPT, Tdap, atau Td) memiliki efek yang sangat penting untuk melindungi tubuh dari dua penyakit serius, yaitu difteri dan tetanus.

Berikut adalah efek imunisasi ini:

1. Efek Perlindungan

Difteri:

Vaksin ini melindungi dari infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae, yang dapat menyebabkan peradangan saluran napas atas, sesak napas, bahkan kematian. Difteri dapat mengeluarkan toksin yang merusak jaringan tubuh, sehingga pencegahan melalui vaksin sangat penting.

Tetanus:

Vaksin melindungi dari infeksi bakteri Clostridium tetani, yang menghasilkan toksin yang dapat menyebabkan kekakuan otot (kejang otot), terutama pada rahang (lockjaw). Penyakit ini sering fatal jika tidak ditangani.

2. Efek Samping Ringan

Sebagian besar efek samping vaksin ini ringan dan bersifat sementara, seperti:

a. Nyeri, kemerahan, atau pembengkakan di tempat suntikan.

b. Demam ringan.

c. Lelah atau merasa tidak enak badan.

d. Nyeri otot.

3. Efek Samping yang Jarang

Efek samping berat sangat jarang terjadi, tetapi mungkin meliputi:

a. Reaksi alergi parah (anafilaksis), biasanya terjadi dalam beberapa menit hingga jam setelah vaksinasi.

b. Kejang atau reaksi neurologis (sangat langka).

Manfaat Jangka Panjang

Imunisasi ini memberikan perlindungan jangka panjang terhadap difteri dan tetanus, meskipun booster diperlukan setiap 10 tahun untuk menjaga kekebalan tubuh.

Selain melindungi individu, vaksin ini juga membantu mengurangi penyebaran penyakit di masyarakat (kekebalan kelompok).

Jika ada kekhawatiran tentang efek samping tertentu, diskusikan dengan tenaga medis untuk informasi lebih lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....