Waspada Gagal Jantung Usia Muda Mengintai Kita

  • 21 Okt 2024 10:21 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi - Gagal jantung usia muda dapat menyerang seseorang mulai dari usia 20 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan usia di bawah 20 tahun juga dapat terserang penyakit ini. Gagal jantung pada umumnya diakibatkan oleh adanya kerusakan di otot-otot jantung karena faktor genetik. Seseorang yang menderita gagal jantung usia muda juga dapat mengalami gangguan kepercayaan diri karena aktivitasnya harus dibatasi dari kegiatan-kegiatan aktif yang berat. Kasus gagal jantung juga dapat menyebabkan banyak fungsi organ lain terganggu, dan tak jarang dapat membahayakan nyawa. Penyebab serangan jantung di usia muda diantaranya :

  1. Merokok : Rokok ia sebut mengandung zat yang dapat menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga memudahkan terbentuknya kerak. Merokok dan vaping merupakan salah satu faktor risiko serangan jantung pada anak muda. Semakin sering Anda merokok, risiko infark miokard akan semakin meningkat. Orang yang merokok satu bungkus rokok atau lebih setiap hari memiliki risiko lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Meskipun risiko infark miokard akibat vaping lebih rendah dibandingkan merokok. Namun, tetap ada risiko terkait dengan kegiatan tersebut. E-rokok mengandung nikotin dan senyawa beracun lainnya yang dapat mempercepat detak jantung dan meningkatkan tekanan darah. Hasil dari sebuah studi terbaru menyatakan bahwa orang yang melakukan vaping memiliki kemungkinan 34% lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan vaping.
  2. Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi : Hipertensi merupakan tekanan darah yang tidak normal di atas 130/80 mmHg atau lebih besar. Umumnya, tekanan darah tinggi pada orang dewasa sekitar 120/80 mmHG. Penderita hipertensi awalnya tidak akan menyadari mereka menderita hipertensi sampai penyakit komplikasi dari hipertensi muncul. Minimnya pengetahuan dan kurangnya kesadaran bahaya hipertensi membuat mereka lalai dan tidak melakukan upaya pengendalian hipertensi sehingga memicu penyakit penyulit, seperti penyakit jantung dan stroke.
  3. Kurang Aktivitas Fisik : Beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya aktivitas fisik termasuk gaya hidup yang semakin menetap, pekerjaan yang melibatkan duduk di depan komputer dalam waktu lama, penggunaan kendaraan pribadi yang tinggi, serta keterbatasan waktu akibat jadwal yang padat. Selain itu, faktor sosial dan lingkungan seperti kurangnya fasilitas olahraga yang mudah diakses atau lingkungan yang tidak aman untuk berjalan kaki juga berkontribusi.
  4. Kadar Kolesterol Tinggi : Kondisi di mana tingkat kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Kolesterol merupakan zat lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel dan memproduksi hormon. Namun, ketika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol dapat menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyempitan atau penyumbatan aliran darah. Hal ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung coroner dan serangan jantung
  5. Konsumsi Alkohol Berlebihan : Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh, terutama hati. Penyakit hati berlemak, hepatitis alkoholik, dan sirosis hati adalah beberapa contoh gangguan yang disebabkan oleh alkohol. Selain itu, alkohol berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan kerusakan pada jantung, dan berisiko menyebabkan stroke serta berbagai jenis kanker, termasuk kanker mulut, tenggorokan, dan hati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....