Taekwondo: Dari Akar Tradisional hingga Mendunia
- 12 Okt 2024 21:39 WIB
- Bukittinggi
KBRN: Bukittinggi, Taekwondo adalah salah satu seni bela diri paling populer di dunia yang berasal dari Korea. Olahraga ini menggabungkan teknik tendangan dan pukulan yang kuat dengan gerakan yang cepat dan presisi. Sejak pertama kali diperkenalkan, taekwondo telah berkembang menjadi disiplin olahraga global, yang diakui sebagai salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade. Untuk memahami bagaimana taekwondo menjadi seperti sekarang, penting untuk melihat asal-usulnya, perkembangannya, serta bagaimana ia tumbuh menjadi olahraga yang mendunia berikut sejarah Taekwondo dan perkembangannya dari masa kemasa.
Taekwondo memiliki akar yang mendalam dalam sejarah Korea dan dipengaruhi oleh berbagai seni bela diri kuno. Beberapa catatan menyebutkan bahwa bentuk-bentuk awal dari bela diri Korea sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu. Beberapa seni bela diri tradisional Korea yang dianggap berkontribusi pada pembentukan taekwondo meliputi:
Taekkyon: Salah satu bentuk seni bela diri kuno Korea yang terkenal dengan teknik tendangan dan gerakan melompat. Taekkyon berkembang di Kerajaan Goguryeo (37 SM–668 M) dan dipraktikkan selama masa Dinasti Joseon (1392–1897).
Subak: Merupakan bentuk lain dari seni bela diri tradisional Korea yang fokus pada pertarungan tangan kosong dan juga menggunakan teknik tendangan dan pukulan.
Meskipun seni bela diri tersebut memiliki peran penting dalam pembentukan taekwondo, Jepang juga memiliki pengaruh selama masa penjajahan Korea (1910–1945). Banyak praktisi bela diri Korea yang mempelajari Karate, seni bela diri Jepang, yang kemudian memberikan inspirasi pada teknik-teknik awal taekwondo.
Setelah Korea merdeka dari penjajahan Jepang pada tahun 1945, seni bela diri Korea mulai bangkit kembali. Para master seni bela diri Korea berusaha untuk menghidupkan seni bela diri mereka sendiri, yang unik dan berbeda dari pengaruh Jepang.
Pada tahun 1950-an, berbagai kwan (sekolah bela diri) mulai muncul di Korea, masing-masing mengajarkan versi seni bela diri mereka sendiri yang menggabungkan teknik tradisional Korea dengan elemen-elemen bela diri yang mereka pelajari selama pendudukan Jepang. Beberapa kwan yang berpengaruh adalah Chung Do Kwan, Song Moo Kwan, dan Moo Duk Kwan.
Untuk menyatukan berbagai aliran ini, pemerintah Korea menginisiasi pembentukan satu seni bela diri nasional. Pada tahun 1955, setelah berbagai diskusi dan usaha penyatuan, istilah "taekwondo" diperkenalkan oleh Jenderal Choi Hong Hi, seorang tokoh militer dan ahli bela diri. Nama "taekwondo" berasal dari kata-kata Korea:
Tae (태): yang berarti kaki atau menghancurkan dengan kaki.
Kwon (권): yang berarti tangan atau menghancurkan dengan tangan.
Do (도): yang berarti jalan atau seni, merujuk pada filosofi atau cara hidup.
Jadi, taekwondo secara harfiah berarti "seni menggunakan kaki dan tangan."
Taekwondo mulai menyebar ke luar Korea pada 1960-an, sebagian besar karena diaspora Korea dan juga karena adanya dukungan pemerintah Korea yang ingin mempromosikan seni bela diri mereka ke seluruh dunia. Banyak pelatih taekwondo Korea dikirim ke berbagai negara untuk membuka sekolah dan mengajarkan taekwondo.
Pada tahun 1973, World Taekwondo Federation (WTF), yang kini dikenal sebagai World Taekwondo (WT), didirikan di Seoul, Korea Selatan. Ini menjadi badan resmi yang mengatur olahraga taekwondo di tingkat dunia. Pada tahun yang sama, Kejuaraan Dunia Taekwondo pertama diadakan di Korea Selatan, dan taekwondo mulai mendapatkan pengakuan internasional.
Di bawah naungan WT, taekwondo lebih fokus pada sparring atau pertarungan yang diatur dengan poin-poin tertentu, yang kemudian menjadi disiplin yang dikenal dalam kompetisi-kompetisi internasional. WT mempromosikan taekwondo sebagai olahraga global yang dapat dipertandingkan secara kompetitif, termasuk dalam ajang Olimpiade.
Pada tahun 1980, Taekwondo diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai olahraga resmi. Kemudian pada Olimpiade Sydney 2000, taekwondo secara resmi dimasukkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan, menjadikannya salah satu seni bela diri Asia yang paling berpengaruh di dunia.
Meskipun WTF (World Taekwondo) adalah organisasi taekwondo terbesar, ada aliran lain dalam taekwondo yang dikenal sebagai International Taekwon-Do Federation (ITF) yang didirikan oleh Jenderal Choi Hong Hi pada tahun 1966. ITF menekankan filosofi yang lebih tradisional dengan lebih banyak fokus pada teknik pola (atau tul), meskipun juga mencakup pertarungan bebas (sparring).
WT (World Taekwondo) lebih menekankan pada aspek olahraga dan sparring yang berorientasi pada pertandingan dengan penilaian berdasarkan poin, dengan penggunaan pelindung dan aturan yang ketat.
ITF (International Taekwon-Do Federation) lebih mempertahankan nilai-nilai tradisional dan pola seni bela diri, dengan filosofi yang lebih dalam tentang perkembangan diri, etika, dan kedisiplinan.
Taekwondo adalah perpaduan yang seimbang antara olahraga kompetitif dan seni bela diri tradisional. Di satu sisi, ia adalah cabang olahraga yang sangat diatur dalam pertandingan dengan poin berdasarkan teknik tendangan dan pukulan yang tepat. Di sisi lain, taekwondo juga menekankan aspek filosofis, seperti disiplin, penghormatan, pengendalian diri, dan semangat.
Filosofi taekwondo sering merujuk pada lima prinsip utama yang disebut "Taekwondo Tenets":
Ketekunan (Perseverance)
Pengendalian Diri (Self-Control)
Integritas (Integrity)
Semangat yang Tidak Kenal Menyerah (Indomitable Spirit)
Kesopanan (Courtesy)
Prinsip-prinsip ini menjadi landasan bagi para praktisi taekwondo dalam menjalani latihan dan kehidupan sehari-hari.
Saat ini, taekwondo dipraktikkan di lebih dari 200 negara dan diikuti oleh jutaan orang di seluruh dunia. Olahraga ini tidak hanya populer sebagai cabang olahraga bela diri tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kesehatan fisik dan mental. Kompetisi internasional seperti Kejuaraan Dunia Taekwondo dan Olimpiade terus menarik perhatian atlet dari seluruh dunia, dan popularitasnya hanya semakin meningkat.
Selain itu, taekwondo juga diajarkan kepada anak-anak di seluruh dunia sebagai cara untuk mengembangkan kedisiplinan, kepercayaan diri, dan ketahanan fisik.
Taekwondo adalah seni bela diri yang kaya akan sejarah, dengan akar yang mendalam dalam tradisi Korea dan filosofi yang kuat. Dari seni bela diri kuno hingga olahraga modern yang dipertandingkan di Olimpiade, taekwondo terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman. Lebih dari sekadar olahraga fisik, taekwondo adalah jalan hidup yang mengajarkan disiplin, kesopanan, dan semangat tak kenal menyerah bagi para praktisinya di seluruh dunia. (DK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....