Sejarah Perkembangan Penemuan Pesawat Terbang
- 11 Agt 2024 06:48 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi : Apakah anda pernah bepergian menggunakan pesawat terbang ? Tentu sebagian sudah dan juga tidak asing lagi dengan salah satu transportasi terbesar ini. Berdasarkan kecanggihannya berikut sejarah perkembangan Penemuan Pesawat Terbang
1. “The Phoenix” Karya Ibn Firnas (852)
Berbekal alat sederhana berbentuk elang yang dilekatkan pada jubah sutra dan bingkai kayu, Ibn Firnas meluncur menuruni bukit di Cordoba (Spanyol) yang disaksikan oleh penyair Moomin bernama Ibn Sa’id, pada musim gugur tahun 852.
2. Glider (1050)
Penerbangan itu tidak terlalu berhasil, tetapi alat yang digunakan Firnas mendapat banyak perhatian dari para ilmuwan. Dua abad setelah Firnas, seorang pendeta dari Malmesbury, Inggris meningkatkan rencana Firnas dengan menambahkan ekor, ia menyebut alat tersebut sebagai glider. Dia berhasil terbang selama 15 menit pada jarak 200 meter dari menara gereja.
3. Ornithopter (1488)
Ditemukan pada tahun 1488 oleh ilmuwan Italia Leonardo da Vinci. Konsep ini disebut ornithopter. Istilah ini berasal dari kata Yunani, ornito berarti burung dan pteron berarti sayap. Alat ini menggunakan prinsip kerja sayap burung dan serangga. Da Vinci berpikir bahwa manusia akan cukup berat jika hanya ditopang oleh sayap yang kokoh. Oleh karena itu, manusia membutuhkan sayap yang lebih dinamis untuk terbang lebih lama dan lebih jauh.
4. Kapal Udara (1709)
Penulis Francesco Lana de Terzi menyimpulkan bahwa sebuah benda bisa lebih ringan dari udara bila menggunakan ruang tembaga besar untuk menyimpan gas. Ruang itu digunakan sebagai tenaga pengangkut. Sirkulasi udara harus dijaga sebaik mungkin agar benda tetap bisa terbang. Karya ini mengilhami penemuan kapal udara oleh Bartolomeo Gusmao, seorang portugis pada 1709. Inilah penerbangan manusia pertama tanpa sayap.
5. Balon Udara (1783)
Dua bersaudara, Joseph dan Jack Montgolfier, mampu menerbangkan sebuah objek pada tahun 1783 dengan menggunakan prinsip kapal udara. Mereka mengganti bahan tembaga dengan bola sutra raksasa. Ada celah di bagian bawah bola untuk membakar sedotan. Udara panas merupakan sumber energi. Sebuah kotak tanpa penutup diikatkan ke bola. Penumpang masuk ke dalam kotak.
Setelah eksperimen “terbang lebih ringan dari udara” tanpa sayap, para ilmuwan mulai berpikir lagi dengan sayap. Sir George Cayley, seorang penjelajah Inggris, merancang pesawat sederhana dan prinsip kerjanya pada akhir abad ke-18. Dia diyakini sebagai penemu pesawat terbang modern. Ilmuwan William Samuel Henson dan John Stringfellow bekerja sama untuk menyempurnakan penggunaan sayap. Mereka menciptakan mesin penerbangan bertenaga uap bersayap tunggal pada tahun 1840.
7. Zeppelin (1900)
Ferdinand Adolf Heinrich August von Zeppelin adalah seorang ahli penerbangan Jerman yang telah menciptakan balon udara panas berbentuk cerutu besar yang mudah untuk bermanuver. Karena prinsip airship, pesawat yang disebut Zeppelin ini bisa terbang lebih akurat. Pesawat ini dilengkapi dengan sirip, mesin dan tangga. Pada tahun 1900, Zeppelin berhasil menyelesaikan uji terbang pertamanya. Pesawat tanpa sayap ini melakukan penerbangan komersial pertamanya pada tahun 1909.
8. Biplane (1903)
Dua bersaudara dari Amerika Serikat, Orville dan Wilbur Wright, membangun pesawat berbilah dua dengan mesin 12 hp. Mereka menyebutnya selebaran. Wright mengundang media dan masyarakat umum untuk uji terbang di Kitty Hawk Hill pada 17 Desember 1903. Dengan pilot berbaring di bawah sayap, pesawat dapat terbang pada ketinggian 36 meter selama 12 detik. Keberhasilan ini dipandang sebagai tonggak baru dalam pengembangan pesawat bersayap dan bermesin.
9. Fixed Wing (1904)
Pada tahun 1904, sebuah makalah tentang konsep sayap tetap pesawat modern diterbitkan di Jerman. Karya Profesor Ludwig Prandtl dipandang sebagai tonggak baru dalam teknologi aerodinamis (ilmu gesekan udara dalam benda padat). Fixed-wing adalah konsep yang memungkinkan pesawat terbang tanpa sayap karena dapat menyeimbangkan gesekan udara. Teknologi ini meningkatkan daya angkat pesawat.
10. Triplane (1908)
Empat tahun setelah karya Prandtl diterbitkan, Dreiflugler diperkenalkan di Prancis. Penambahan sayap dirancang untuk meningkatkan performa dan kemudahan pengendalian, namun teknologi itu ternyata tidak membantu. Bahkan justru menyulitkan pilot bermanuver .
11. Fabre Hydravion (1910)
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah pesawat bersayap tunggal yang mendarat di permukaan air pada tahun 1910. Pesawat ini dinamai menurut pabrikannya, Fabre Hydravion. Pada saat yang sama, Andre Billing memperkenalkan mesin simulasi pesawat pertama.
12. Boeing 247 (1933)
Dengan berakhirnya Perang Dunia I, teknologi pesawat terbang, terutama pesawat dengan dua orang atau lebih, berkembang pesat. Boeing, produsen pesawat Amerika, memperkenalkan pesawat komersial pertama pada tahun 1933. Diperlukan dua pilot untuk menerbangkan dan mendaratkan pesawat ini. Pesawat ini memiliki mesin kembar dan sayap tunggal.
13. Heinkel HE178 (1937)
Mesin jet ditemukan oleh orang Inggris Frank Whittle pada tahun 1930, tetapi sampai tahun 1937, semua pesawat modern masih menggunakan baling-baling. Pengembangan pesawat jet dimulai pada tahun 1937. Dua tahun kemudian, sebuah pesawat yang dilengkapi dengan mesin jet bisa terbang. Penggunaan mesin jet telah mengubah bentuk sayap. Sayap tidak lagi berbentuk persegi panjang. Tepi yang agak lonjong, tepat di bawah atau tepat di bawah batang tubuh. Pesawat ini dikenal sebagai Heinkel HE 178 dan diproduksi oleh perusahaan pesawat Jerman Heinkel.
14. Supersonic (1947)
Pesawat ini bisa terbang lebih cepat dari kecepatan suara. Bell X1 adalah pesawat supersonik pertama di dunia. Penerbangan pertamanya berlangsung pada 14 Oktober 1947 oleh pilot Amerika Chuck Yeager. Pesawat supersonik yang terkenal adalah Concorde, perusahaan patungan antara Inggris dan Prancis.
15. Pesawat Jet Komersial (1949)
Setelah Perang Dunia II, Inggris mengembangkan pesawat jet untuk tujuan komersial dan berhasil mengembangkannya dengan dukungan pabrikan pesawat De Havilland Inggris. Comet De Havilland pertama kali terbang dari London ke Afrika Selatan pada Juli 1949.
16. Fokker 28 (1967)
Pesawat ini telah menjadi tulang punggung penerbangan regional Indonesia (penerbangan jarak pendek dan menengah yang dapat menampung 35.100 penumpang) sejak tahun 1971. Pesawat pertama terbang pada 9 Mei 1967 dan dengan cepat mendapat perhatian dunia. Beberapa maskapai di seluruh dunia menikmatinya, termasuk Garuda Indonesia. Fokker 28 diyakini sesuai dengan karakteristik landasan pacu Indonesia yang belum sepenuhnya beraspal. Pesawat ini terakhir terbang di Indonesia pada tahun 2001.
17. Boeing 747 (1970)
Menilik kesuksesan perusahaan pesawat Fokker, Boeing pun tak mau kalah. Pesawat penumpang terbesar di dunia diperkenalkan pada tahun 1970. Pesawat dengan panjang 70 meter dan lebar 59 meter ini dikenal dengan jumbo jet. Pesawat ini terbagi menjadi dua deck/lantai. 747 yang dapat menampung 400 penumpang, tetap menjadi pesawat yang beroperasi paling lama.
Sebagai rival Boeing, Airbus tak mau kalah. Setelah membangun B707 terbesar pada masanya pada tahun 1969, Boeing membangun B747. Itu bahkan lebih besar dan pada tahun 2005 itu adalah pesawat terbesar dalam sejarah. Kemudian, Airbus membangun A380 raksasa. Versi standarnya memiliki 854 kursi penumpang, yang akan menjadi 525 jika dirancang untuk tiga kelas, yakni Eksekutif, Bisnis, Ekonomi.
( ALT/Pro4BKT/garamedia.com )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....