Sejarah Ditemukannya Pensil
- 10 Agt 2024 08:13 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi : Berkat penemuan pensil, aktivitas seperti menulis, menggambar, atau pun membuat sketsa bisa dilakukan dengan mudah dan apik. Alat tulis dari kayu ini lebih praktis dan mudah dihapus jika terjadi kesalahan, berbeda dengan pendahulunya, yakni tinta dan pena bulu tradisional. Meski terlihat sangat sederhana, pensil ternyata memiliki sejarah penemuan yang panjang. Mulai dari terbatasnya bahan baku, revolusi perang, hingga kisah masyarakat yang mewarnainya. Penasaran, bagaimana faktafakta pensil ?
Pada abad ke-16, sekitar tahun 1565, dikisahkan ada sebuah badai dahsyat yang menumbangkan pohon besar di kawasan Borrowdale, Inggris. Akar pohon yang tumbang tersebut ternyata mengeluarkan material berwarna hitam dalam jumlah yang besar. Bahan ini kemudian disebut dengan grafit. Grafit adalah mineral karbon murni yang dapat meninggalkan bekas abu-abu tua, hampir seperti logam di atas kertas. Karbon ini memiliki penampakan yang mirip dengan timah sehingga terkadang juga disebut plumbago (dari kata Latin plumbus, yang berarti 'timah hitam').

Para penggembala domba di area tersebut menggunakan grafit untuk menandai dombanya. Kemudian para seniman dan surveyor membungkus grafit dengan kertas, tali, kulit domba, atau ranting untuk digunakan menulis dan menggambar. Menurut laman NPR, pada tahun yang sama, seorang naturalis Swiss, Conrad Gessner, menerbitkan gambar strip grafit di dalam tabung kayu. Ini kemudian menjadi penggambaran awal pensil kayu. Pada tahun 1610, grafit yang dibungkus dengan beragam material tersebut dijual di London dan akhirnya menjadi populer di seluruh Eropa, seperti dilansir laman Quality Logo Products.
Grafit yang ditemukan di Borrowdale, Inggris disebut sebagai grafit berkualitas tinggi yang sangat cocok untuk membuat pensil. Namun, karena adanya perang revolusioner antara Inggris dan Perancis pada tahun 1794, ini membatasi Perancis untuk mendapatkan material tersebut. Menteri perang, Napoleon Bonaparte, akhirnya meminta anak buahnya yang bernama Nicolas-Jacques Conté untuk mencari solusi. Conté adalah seorang ahli kimia, seniman, yang juga pasukan perang Napoleon Bonaparte. Nicolas-Jacques Conté akhirnya menggiling grafit tidak murni dan berkualitas rendah yang tersedia, kemudian mencampurkannya dengan tanah liat dan air untuk menghasilkan pasta kental, pasta ini selanjutnya dibentuk menjadi batangan dan dipanggang, campuran grafit ini kemudian dimasukkan pada selubung kayu untuk menahannya dan menghasilkan pensil modern seperti yang kita kenal sekarang, pensil Conté ini dikenal dengan Crayons Conté, metode pembuatan pensil ini menjadi sangat populer dan digunakan secara luas hingga saat ini.
( ALT/Pro4BKT/https://www.idntimes.com/ )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....