Bunga Putri Malu: Keunikan dan Khasiatnya

  • 09 Jun 2024 11:24 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN Bukittinggi - Bunga putri malu, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Mimosa pudica, adalah tumbuhan yang unik dan menarik perhatian banyak orang. Keunikan utamanya terletak pada kemampuannya untuk mengatupkan daun-daunnya ketika disentuh atau digoyangkan. Tumbuhan ini banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia, dan sering kali tumbuh liar di berbagai tempat seperti pinggir jalan, padang rumput, dan pekarangan rumah.

Karakteristik dan Ciri Fisik

Bunga putri malu adalah tanaman perdu kecil yang biasanya tumbuh setinggi 30-60 cm. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk menyirip dengan panjang sekitar 1-1,5 cm. Ketika disentuh, daun-daun ini akan mengatup sebagai respons terhadap rangsangan mekanis, seolah-olah malu. Fenomena ini disebut sebagai nasti kompleks, yang melibatkan perubahan tekanan turgor pada sel-sel di dasar daun.

Bunga putri malu menghasilkan bunga berwarna merah muda atau ungu yang berkumpul dalam bentuk bola kecil. Bunga ini biasanya mekar pada pagi hari dan akan menutup pada malam hari atau ketika hujan. Buahnya berbentuk polong kecil yang mengandung beberapa biji.

Habitat dan Penyebaran

Tanaman ini tersebar luas di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Di Indonesia, bunga putri malu dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah, terutama di daerah yang memiliki tanah yang cukup lembab. Tanaman ini lebih suka tumbuh di tanah yang agak berpasir dan terkena sinar matahari langsung.

Manfaat dan Khasiat

Meskipun sering dianggap sebagai gulma, bunga putri malu memiliki berbagai manfaat, baik dalam pengobatan tradisional maupun modern.

  1. Pengobatan Tradisional:

    • Anti-inflamasi: Daun dan akar putri malu telah digunakan secara tradisional untuk mengobati peradangan dan luka. Ekstrak daunnya dapat diaplikasikan langsung pada kulit yang terluka untuk membantu proses penyembuhan.
    • Anti-diabetes: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak putri malu dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes.
    • Obat Penenang: Ekstrak tanaman ini diketahui memiliki efek sedatif yang dapat membantu meredakan kecemasan dan insomnia.
  2. Manfaat Ekologis:

    • Penutup Tanah: Putri malu dapat digunakan sebagai tanaman penutup tanah yang baik karena pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya untuk menutupi area yang luas.
    • Pencegah Erosi: Akar tanaman ini membantu mengikat tanah, sehingga dapat mencegah erosi terutama di daerah yang rawan longsor.

Cara Budidaya

Meskipun bisa tumbuh liar, putri malu juga bisa dibudidayakan dengan mudah. Berikut adalah beberapa langkah dalam budidaya putri malu:

  1. Persiapan Lahan: Pilih lahan yang mendapatkan sinar matahari cukup dan memiliki drainase yang baik. Gemburkan tanah dan tambahkan pupuk organik untuk memperkaya nutrisi tanah.
  2. Penanaman: Biji putri malu dapat disemaikan langsung di tanah atau menggunakan pot. Tanam biji dengan kedalaman sekitar 1 cm dan jarak antarbiji sekitar 10 cm.
  3. Perawatan: Siram tanaman secara teratur, tetapi jangan biarkan tanah terlalu basah. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup setiap hari.
  4. Pengendalian Hama dan Penyakit: Meskipun jarang diserang hama, tetap perhatikan adanya gejala serangan hama seperti kutu daun dan lakukan pengendalian secara organik jika diperlukan.


Bunga putri malu adalah tanaman yang menarik tidak hanya karena keunikan responnya terhadap rangsangan, tetapi juga karena berbagai manfaat yang ditawarkannya. Dari segi pengobatan hingga manfaat ekologis, tanaman ini memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Dengan pemahaman yang baik tentang cara budidaya dan manfaatnya, bunga putri malu dapat menjadi salah satu tanaman yang bermanfaat baik secara estetika maupun praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....