Mahasiswa UIN Bukittinggi Timba Ilmu Menulis Akademisi UKM

  • 03 Okt 2026 12:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Memperkuat wawasan akademik dan memperluas jangkauan gagasan ilmiah di tingkat global menuntut pemahaman yang utuh mengenai filosofi serta metodologi penulisan.

Berangkat dari kesadaran tersebut, ratusan mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengikuti Kuliah Umum Internasional tentang Penulisan Ilmiah di Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat International Office bekerja sama dengan Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Bukittinggi ini menghadirkan akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dr. Junaidi Awang Besar, sebagai penceramah utama.

Dalam pemaparannya, Junaidi menegaskan bahwa karya ilmiah tidak sekadar instrumen prosedural pemenuhan kelulusan akademik, melainkan media inkubasi gagasan untuk memajukan peradaban manusia. Penulisan ilmiah memiliki relasi filosofis yang berkelindan antara Sang Pencipta, alam semesta, penulis, dan pembaca.

Dalam konteks tradisi keilmuan Islam, teks tafsir dan As-Sunnah menempati posisi sebagai rujukan ilmiah yang terunggul.

"Oleh karena itu, setiap penulis ilmiah wajib memahami paradigma serta falsafah dasar penulisan secara mendalam sebelum mengonstruksi gagasannya," kata Junaidi.

Integritas dan Sikap Kritis

Selain aspek metodologis, Junaidi menyoroti pentingnya etika dan karakter kognitif seorang peneliti. Pondasi utama penulis ilmiah terletak pada keikhlasan dalam menyingkap kebenaran hakiki, kejujuran akademik, serta rasa tanggung jawab sosial. Sikap kritis, kreatif, peka terhadap dinamika lingkungan, objektif, dan pragmatis merupakan syarat mutlak agar karya yang dihasilkan bernilai guna bagi masyarakat.

"Penulis ilmiah dituntut menjadi sosok yang realis sekaligus idealis. Gagasan yang ditumpahkan harus mencerminkan kepedulian terhadap kemajuan bangsa dan negara," tuturnya.

Mengubah Tesis Menjadi Buku

Sesi kuliah umum tersebut juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis mengonversi karya ilmiah akademis, seperti skripsi dan tesis, menjadi buku populer yang dapat diakses publik luas. Junaidi menjelaskan bahwa transformasi tesis menjadi buku memerlukan perombakan mendasar pada aspek gaya bahasa, struktur, dan sasaran pembaca.

Bahasa teknikal-formal yang kaku pada tesis perlu disesuaikan menjadi lebih santai, jernih, dan komunikatif tanpa mengorbankan bobot keilmiahannya. Struktur penyajian pun digeser dari penekanan riset akademis yang ketat menuju narasi utama yang fokus pada substansi dan daya pikat pembaca umum.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr.Silfia berharap forum ilmiah lintas negara ini dapat memantik budaya menulis di kalangan mahasiswa FEBI UIN Bukittinggi, sekaligus mempercepat lahirnya publikasi-publikasi ilmiah bereputasi internasional dari kampus tersebut.()

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....