Dewita Nina Paramita: Mewarnai Melatih Motorik Halus Anak
- 02 Okt 2026 09:00 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi — Lomba mewarnai gambar bagi anak Taman Kanak-kanak (TK) se-Kota Bukittinggi tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, serta kemampuan motorik halus sejak usia dini.



Kegiatan yang mengusung tema “Bersama TNI, Anak Indonesia Berani” itu digelar di Aula Manunggal 1883 Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0304/Agam, Jumat (2/10/2026) pagi


Kegiatan tersebut dihadiri Istri Wakil Wali Kota Bukittinggi Yasmiati Ibnu Asis, didampingi Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Komando Distrik Militer 0304 Cabang XXVI Tuanku Imam Bonjol Ny. dr. Dewita Nina Paramita,Sp.GK yang juga merupakan istri Komandan Kodim 0304/Agam.


Sejumlah unsur organisasi dan pemerintahan turut hadir, di antaranya Ketua Bhayangkari Cabang Kota Bukittinggi Ny. Aulia Ruly, Istri Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Taufik Hidayat, Lurah Sapiran Meida Sari, Kepala Sekolah TK Kartika, Sekretaris Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Cabang Bukittinggi, serta Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh.


Bagi Yasmiati Ibnu Asis, kegiatan mewarnai memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengisi gambar dengan berbagai macam warna. Menurutnya, melalui kegiatan sederhana tersebut, anak diberikan kesempatan untuk menunjukkan gagasan dan imajinasinya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan usianya.
Ia mengatakan, kehidupan anak tidak hanya dibentuk atau diwarnai oleh orang tua maupun lingkungan di sekitarnya. Anak juga perlu diberikan ruang untuk menentukan dan mengekspresikan warna kehidupannya melalui berbagai kegiatan positif.
“Dalam kehidupan ini tidak hanya diwarnai oleh orang tua. Dari kegiatan seperti ini kita bisa melihat bagaimana anak-anak mengekspresikan dirinya,” ujar Yasmiati.

Menurutnya, dalam kegiatan mewarnai, anak sebaiknya diberikan kebebasan untuk menuangkan ide dan kreativitas. Anak tidak harus selalu diarahkan menggunakan warna tertentu karena proses tersebut merupakan bagian penting dari pembelajaran.
Ia berharap para peserta dapat menikmati proses mewarnai tanpa terbebani oleh keinginan untuk menjadi juara.
Anak-anak dapat memilih warna sesuai dengan imajinasi masing-masing, kemudian menuangkannya di atas kertas. Proses tersebut secara tidak langsung melatih keberanian anak dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuatnya.

“Biarkan mereka mengeluarkan kreasi, mengeluarkan semua ide dan warna yang mereka miliki untuk dilukiskan di atas kertas,” katanya.
Melatih Motorik Halus Anak
Sementara itu, Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0304 Cabang XXVI Tuanku Imam Bonjol, Dewita Nina Paramita, mengatakan kegiatan mewarnai juga memiliki manfaat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dewita yang merupakan dokter ahli gizi sekaligus istri Dandim 0304/Agam tersebut menjelaskan, kegiatan mewarnai tidak semata-mata ditujukan untuk mencari siapa yang menghasilkan gambar paling bagus.
Menurutnya, proses anak memegang alat tulis, menggerakkan tangan, mengatur tekanan tangan, serta berusaha mewarnai bidang gambar merupakan aktivitas yang dapat membantu melatih kemampuan motorik halus.
Motorik halus merupakan kemampuan yang berkaitan dengan koordinasi gerakan otot-otot kecil, terutama tangan dan jari. Kemampuan tersebut penting bagi anak karena menjadi salah satu dasar untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari maupun kegiatan belajar di kemudian hari.
Kegiatan sederhana seperti menggambar dan mewarnai dapat menjadi bagian dari stimulasi kemampuan tersebut.
“Acara ini bukan hanya memperebutkan pemenang, tetapi lebih kepada melatih otot halus anak,” ujar Dewita.
Ia menjelaskan, pada usia Taman Kanak-kanak, anak membutuhkan banyak kesempatan untuk bereksplorasi. Pembelajaran tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan akademik, tetapi dapat dilakukan melalui permainan dan aktivitas kreatif yang menyenangkan.
Melalui kegiatan mewarnai, anak belajar mengenali warna, memadukan warna, mengikuti pola, mengatur gerakan tangan, sekaligus mempertahankan konsentrasi selama menyelesaikan gambar.
Selain aspek motorik, kegiatan tersebut juga dapat memberikan stimulasi terhadap perkembangan kognitif dan sosial anak.
Ketika anak memilih warna, misalnya, mereka sedang belajar mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat, pikirkan, dan sukai. Ketika menyelesaikan gambar, anak juga belajar mengenal proses, mulai dari awal hingga pekerjaan selesai.
Pembelajaran Anak Tidak Harus Selalu Serius
Kegiatan lomba mewarnai juga memperlihatkan bahwa pembelajaran anak usia dini tidak harus selalu dilakukan dalam suasana formal dan serius.
Lingkungan belajar yang menyenangkan dapat membuat anak lebih mudah bereksplorasi dan berani mencoba. Anak juga dapat belajar bahwa setiap hasil karya memiliki keunikan masing-masing.
Karena itu, orang tua maupun guru diharapkan tidak terlalu cepat memberikan penilaian terhadap hasil karya anak. Hal yang lebih penting adalah memberikan apresiasi terhadap proses yang telah dilakukan.
Ketika anak berani mencoba warna baru, menyelesaikan gambar sendiri, atau menunjukkan hasil karyanya kepada orang lain, hal tersebut merupakan bagian dari proses membangun rasa percaya diri.
Dalam konteks pendidikan anak usia dini, keberanian untuk mencoba merupakan modal penting. Anak perlu mendapatkan pengalaman bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar dan tidak selalu harus ditakuti.
Melalui tema “Bersama TNI, Anak Indonesia Berani”, pesan tersebut menjadi semakin relevan. Keberanian anak tidak hanya dimaknai sebagai keberanian dalam menghadapi sesuatu yang besar, tetapi juga keberanian untuk berekspresi, mencoba hal baru, menyampaikan ide, dan menunjukkan kemampuan dirinya.
Sinergi Pendidikan dan Kegiatan Positif
Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-81 TNI ini sekaligus menjadi bentuk keterlibatan berbagai unsur dalam memberikan ruang kegiatan positif bagi anak-anak.
Kehadiran orang tua, guru, organisasi perempuan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tumbuh kembang anak membutuhkan dukungan bersama.
Anak tidak hanya membutuhkan pendidikan di sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga dan sosial yang memberikan stimulasi positif.
Karena itu, kegiatan kreatif seperti menggambar dan mewarnai dapat menjadi sarana untuk mempertemukan unsur pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam suasana yang menyenangkan.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak TK se-Kota Bukittinggi tidak hanya menghasilkan gambar yang penuh warna. Mereka juga mendapatkan pengalaman belajar untuk berani memilih, berani mencoba, berkonsentrasi, menyelesaikan pekerjaan, serta menghargai hasil karya sendiri dan orang lain.
Dengan demikian, nilai utama dari kegiatan tersebut bukan semata-mata siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, setiap anak memperoleh kesempatan untuk berkembang sesuai dengan tahap pertumbuhan dan kemampuannya.
Pembelajaran semacam ini menjadi penting karena masa usia dini merupakan periode ketika berbagai kemampuan dasar anak terus berkembang dan membutuhkan stimulasi yang tepat, konsisten, serta menyenangkan.
Lomba mewarnai pun akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan memperingati HUT TNI. Di balik kertas gambar, pensil warna, dan tangan-tangan kecil anak, terdapat proses pembelajaran tentang kreativitas, keberanian, kemandirian, konsentrasi, dan kepercayaan diri. (JM/RRI BKT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....