Dari Scroll Jadi Smart, Mahasiswa Cakap Digital

  • 30 Sep 2026 08:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Mahasiswa di era digital dituntut tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Pesan tersebut mengemuka dalam Program Cakap Digital RRI Bukittinggi bertema “Dari Scroll Jadi Smart, Mahasiswa Cakap Digital” yang menghadirkan narasumber mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Aisya Laila dan Laila Israwati.

Dalam dialog tersebut, Aisya menjelaskan bahwa mahasiswa cakap digital bukan sekadar aktif menggunakan media sosial atau perangkat digital. Menurutnya, mahasiswa harus mampu memilah informasi, menjaga etika berkomunikasi, serta bertanggung jawab terhadap konten yang dibuat maupun dibagikan kepada masyarakat.

Aisyah menilai kemampuan digital menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa karena hampir seluruh aktivitas akademik saat ini terhubung dengan teknologi. Mulai dari mencari referensi perkuliahan, berkomunikasi dengan dosen, mengikuti seminar daring, hingga menyelesaikan tugas akademik dilakukan melalui platform digital.

Sementara itu, Laila Israwati menegaskan bahwa kecakapan digital juga berkaitan dengan kemampuan mengenali informasi yang benar dan informasi yang menyesatkan. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk selalu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.

Kedua narasumber juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin populer di kalangan mahasiswa. Menurut Laila, AI dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat dalam menyelesaikan tugas perkuliahan, namun penggunaannya tetap harus disertai kemampuan berpikir kritis dan verifikasi terhadap sumber informasi yang digunakan.

Selain untuk belajar, media sosial dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun personal branding. Mahasiswa dapat memperkenalkan kemampuan, karya, maupun prestasi melalui berbagai platform digital sehingga membuka peluang pengembangan diri dan jejaring yang lebih luas.

Dalam pembahasan mengenai keamanan digital, Aisya mengingatkan pentingnya menjaga data pribadi dengan tidak membagikan kata sandi maupun kode OTP kepada siapa pun. Ia juga menyarankan penggunaan verifikasi dua langkah untuk meningkatkan keamanan akun dari risiko penyalahgunaan.

Keduanya sepakat bahwa tantangan terbesar mahasiswa saat ini adalah mengendalikan kebiasaan scrolling media sosial yang berlebihan. Jika tidak diatur dengan baik, kebiasaan tersebut dapat mengurangi produktivitas, mengganggu kegiatan akademik, bahkan menghambat penyelesaian tugas dan skripsi.

Menutup perbincangan, para narasumber mengajak mahasiswa untuk menjadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, memperluas relasi, serta membangun masa depan yang lebih baik. Mereka menekankan bahwa kecakapan digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas di ruang digital.(DP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....