OMI Sukses, Madrasah Inklusi Diperkuat
- 21 Sep 2026 13:10 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Mengawali pengabdian, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi mengikuti apel pagi ini Bertempat di halaman Kantor Kemenag Kota setempat.
Senin, 21 September 2026.

Pembina apel, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Aldy Heko Putra mengawali amanat dengan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, sehingga penyelenggaraan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Bukittinggi yang telah digelar pada 7 hingga 9 September 2026 lalu terlaksana dengan lancar dan sukses.

“Kesuksesan OMI ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama kita semua. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, OMI tahun ini diikuti sebanyak 321 peserta, yang tidak hanya berasal dari madrasah, tetapi juga dari sekolah umum. Dari pelaksanaan tersebut, peserta didik madrasah di Kota Bukittinggi menunjukkan capaian yang membanggakan dengan mendominasi perolehan juara pada 11 mata pelajaran yang diperlombakan.
“Ini menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah mampu berkompetisi dan menunjukkan prestasi di berbagai bidang. Tentu capaian ini harus terus kita dukung dan tingkatkan,” katanya.
Dalam amanatnya, Aldy juga menyampaikan terkait pelaksanaan Pelatihan Madrasah Inklusi yang telah laksanakan dan diikuti oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum serta Guru Pendamping Khusus (GPK) pada 17 September 2026

Ia menegaskan bahwa madrasah inklusi merupakan sebuah proses untuk memastikan setiap anak memperoleh akses, kesempatan dan hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan serta belajar bersama dalam lingkungan yang inklusif.
“Setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak di lingkungan yang aman dan mendukung,” tegasnya.
Aldy menjelaskan, madrasah inklusi memiliki pendekatan yang berbeda dengan Sekolah Luar Biasa (SLB). Jika SLB secara khusus memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, maka madrasah inklusi mengakomodasi peserta didik dengan keberagaman kebutuhan dalam satu ruang kelas reguler.
Untuk itu, lanjutnya, penerapan pendidikan inklusif membutuhkan sistem pendukung yang terus diperkuat, baik dari sisi adaptasi pembelajaran, sarana dan prasarana, maupun pendampingan terhadap guru dan peserta didik.
“Madrasah inklusi bukan sekadar menyatukan peserta didik dalam satu ruang kelas, tetapi memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan untuk berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya,” jelas Aldy.
Mengakhiri amanatnya, Aldy mengajak seluruh ASN Kementerian Agama Kota Bukittinggi untuk terus memperkuat kerja sama dan membangun budaya saling mendukung dalam pelaksanaan tugas.
Menurutnya, setiap ASN memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perbedaan tersebut hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi penghalang dalam mencapai tujuan organisasi.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, mari saling melengkapi dan memperkuat kerja sama agar seluruh program dapat terlaksana dengan baik serta visi dan misi Kementerian Agama dapat diwujudkan,” pungkasnya.
"Mari perkuat semangat kebersamaan dalam menghadirkan layanan pendidikan dan keagamaan yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat," pungkasnya. (Andreas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....