SDN 05 Puhun Pintu Kabun, Kabut Asap Melatarbelakangi Sistem Belajar Daring

  • 19 Sep 2026 08:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap di wilayah setempat memaksa pihak sekolah mengambil langkah cepat demi keselamatan peserta didik. Berdasarkan instruksi resmi dari Pemerintah Kota Bukit Tinggi, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Puhun Pintu Kabun, Ainil Nilam Suri, S.PD., M.Pd., memperluas serta memperpanjang kebijakan belajar dari rumah bagi para siswanya.

Kebijakan terebut diberlakukan secara bertahap guna memastikan kurikulum tetap berjalan di tengah situasi darurat lingkungan. Pada awalnya, metode pembelajaran dalam jaringan atau daring hanya diterapkan bagi pelajar kelas satu dan dua.

Namun, seiring dengan eskalasi dampak kabut asap yang dirasakan, cakupan kelas yang diliburkan dari tatap muka kini diperluas hingga kelas empat.

Ainil dalam keterangan nya, menjelaskan bahwa penyesuaian ini menuntut fleksibilitas tinggi dari para pengajar dalam menyampaikan materi akademis secara virtual.

"Karena adanya kabut asap, maka kebijakan dari Pemko Bukit Tinggi menyarankan agar kita belajar secara daring di rumah. Jadi kami para guru memberikan tugas secara daring kepada anak-anak kita. Sekarang ini dari kelas satu sampai kelas empat malah, kalau minggu lalu kelas satu dan kelas dua yang daring, kemudian diperpanjang lagi minggu ini dari kelas satu sampai kelas empat. Dan mereka belajar dari rumah dengan bunda-bunda, dengan ayah-ayah mereka, dan kita tidak tahu apakah memang sesuai dengan tujuan yang kita capai yang kita inginkan atau tidak,” ujarnya.

Ilustrasi Belajar Mengajar di SDN 05 Puhun Pintu Kabun Sebelum Karhutla. Sumber : Instagram sdnO5percobaanbukittinggi.

Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan sekolah untuk tingkat tinggi menunjukkan perlakuan yang berbeda. Siswa kelas lima dan enam tetap diwajibkan hadir di sekolah dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Pihak sekolah mewajibkan penggunaan masker secara konsisten serta melarang seluruh aktivitas fisik maupun upacara yang diselenggarakan di luar ruangan guna meminimalisir paparan polusi udara langsung pada anak-anak.

"Kalau yang kelas lima, kelas enam masuk tetap masuk, wajib memakai masker, kemudian kita tidak ada aktivitas di luar ruangan, jadi pembelajaran olahraga di kelas saja. Upacara dua minggu ini kita tidak upacara, iya di-off-kan terlebih dahulu, betul. PJJ-nya kalau berdasarkan surat edaran dari Pak Walikota sampai hari ini, sampai tanggal 19 September,” tambahnya.

Dengan turunnya hujan selama dua hari dari tanggal 18-19 September 2026, pihak SDN 05 Puhun Pintun berharap kabut asap segera mereda, dan cuaca segera membaik seperti sedia kala, agar seluruh siswa dapat kembali belajar secara normal di sekolah tanpa hambatan. (NAS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....