UNP Berdampak Perkuat Mitigasi Geopark Ngarai Sianok

  • 17 Sep 2026 14:17 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak melaksanakan kegiatan bertajuk “Inisiasi Model Badan Pengelola Tangguh Bencana melalui Pengelolaan Geosite Ngarai Sianok Berbasis Informasi Geologi dalam Kawasan Geopark Nasional Ngarai Sianok–Maninjau.”

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan geopark, khususnya dalam menghadapi potensi bencana yang berkaitan dengan kondisi geologi, geomorfologi, hidrologi, serta dinamika lingkungan di kawasan Ngarai Sianok–Maninjau.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Ahmad Fadhly, S.T., M.T. selaku ketua peneliti, dengan anggota tim Agri Americo Agamuddin, Dr. Retnaningtyas Susanti, S.Ant., M.Sc., dan Nurul Widya, M.Si.

Tim pengabdian melibatkan pendekatan multidisiplin dengan memadukan informasi kebumian, pengelolaan geosite, aspek sosial dan kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan model pengelolaan geopark yang tidak hanya berorientasi pada konservasi dan pariwisata, tetapi juga mampu memperkuat kesiapsiagaan terhadap risiko bencana.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah mendorong terbentuknya Komisi Bidang Mitigasi Bencana pada Badan Pengelola Geopark Nasional Ngarai Sianok–Maninjau.

Komisi ini diharapkan menjadi bagian penting dalam struktur pengelolaan geopark yang berfungsi mengintegrasikan informasi geologi dan kebencanaan ke dalam pengelolaan geosite.

Keberadaan bidang khusus mitigasi juga diharapkan dapat memperjelas pembagian peran antara pengelola geopark, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Pengelolaan geosite Ngarai Sianok menjadi salah satu bagian penting dalam pendekatan tersebut karena kawasan ini memiliki keragaman bentang alam dan karakteristik geologi yang sekaligus berkaitan dengan potensi bahaya alam. Informasi mengenai kondisi batuan, struktur geologi, bentuklahan, aliran air, serta perubahan lingkungan dapat menjadi dasar dalam mengenali kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tertentu.

Dengan tersedianya informasi geologi yang lebih terstruktur, pengelola geopark dapat mengembangkan sistem edukasi, interpretasi geosite, pemantauan lapangan, serta rekomendasi mitigasi yang lebih sesuai dengan karakter kawasan.

Melalui inisiasi model badan pengelola tangguh bencana, kegiatan ini juga mendorong perubahan pendekatan pengelolaan dari yang semata-mata berorientasi pada pemanfaatan geosite menjadi pengelolaan yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan mitigasi bencana.

Komisi Bidang Mitigasi Bencana nantinya dapat berperan dalam menghimpun dan mengembangkan basis data kebencanaan geosite, menyusun rekomendasi mitigasi, mendukung kegiatan edukasi kebencanaan, serta membangun koordinasi dengan instansi teknis dan lembaga terkait.

Tim Pengabdian UNP Berdampak menilai bahwa penguatan kelembagaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan Geopark Nasional Ngarai Sianok–Maninjau yang berkelanjutan.

Tidak cukup hanya dengan memiliki geosite yang bernilai secara geologi, budaya, dan lanskap, kawasan geopark juga membutuhkan tata kelola yang mampu merespons perubahan lingkungan dan ancaman bencana.

Karena itu, pembentukan Komisi Bidang Mitigasi Bencana diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih terkoordinasi, berbasis data, dan melibatkan berbagai pihak.

Kegiatan Pengabdian UNP Berdampak ini pada akhirnya diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola Geopark Nasional Ngarai Sianok–Maninjau, khususnya dalam membangun model badan pengelola yang tangguh terhadap bencana.

Sinergi antara UNP, Badan Pengelola Geopark, pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan geosite sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Dengan terbentuknya bidang khusus mitigasi bencana, pengelolaan Ngarai Sianok–Maninjau diharapkan semakin mampu menjadikan informasi geologi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam konservasi, pengembangan geowisata, edukasi, dan pengurangan risiko bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....