Pengalaman Nyata Penawar Kecanduan Dunia Virtual Anak
- 30 Agt 2026 20:31 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Perkembangan teknologi digital yang sangat masif membawa dampak signifikan terhadap pola interaksi sosial anak-anak zaman sekarang. Ketergantungan pada gawai membuat banyak generasi muda kehilangan pengalaman berinteraksi nyata dengan lingkungan sekitarnya, demikian disampaikan Arif Hidayat, selaku Direktur Operasional Sekolah Alam Bukittinggi pada program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi.
Anak yang terlalu banyak beraktivitas di dunia maya berpotensi mengalami kecanggungan sosial saat harus terjun ke masyarakat. Oleh karenanya, pembelajaran di luar ruangan sangat penting untuk tumbuh kembang anak.
"Gimana sih mereka bisa survive kalau tidak memiliki pengalaman di dunia real ini sebenarnya di lapangan,” terang Arif membayangkan.
Metode belajar di luar ruangan memberikan stimulasi sensorik alami yang tidak dapat digantikan oleh layar gawai. Anak-anak diajak merasakan tekstur tanah, mengamati hewan, serta berkomunikasi secara langsung dengan orang-orang di sekitarnya.
Lebih jauh Arif menerangkan, pengalaman fisik yang kaya ini membantu menyegarkan kembali pikiran anak dari kejenuhan paparan media sosial harian.
“Aktivitas fisik yang terukur juga melatih koordinasi motorik sekaligus mengasah kepekaan insting kesiapsiagaan diri anak,” jelasnya.
Pembiasaan tegur sapa dan etika sopan santun diterapkan langsung saat siswa beraktivitas di lingkungan warga lokal. Pembelajaran kontekstual ini terbukti efektif membentuk etika serta empati sosial yang sulit didapat secara virtual.
Kembali berinteraksi dengan alam nyata merupakan penawar efektif untuk menjaga kesehatan mental dan sosial anak modern. Pengalaman hidup yang konkret akan membekali mereka menjadi pribadi yang tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....