Kemitraan Sejajar antara Orang Tua dan Sekolah
- 30 Agt 2026 20:30 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pendidikan karakter anak yang berhasil memerlukan keselarasan pandangan antara lingkungan keluarga di rumah dan tempat bersekolah. Orang tua hendaknya menyadari bahwa tanggung jawab pengasuhan tidak bisa dipasrahkan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan.
Melalui program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi, Direktur Operasional Sekolah Alam Bukittinggi, Arif Hidayat menjelaskan, pihak sekolah mendorong komunikasi intensif guna menyamakan visi pembelajaran anak dari awal masa masuk pendidikan.
| Baca juga: Sekolah Hebat Tidak Bergantung pada LKS |
"Anak-anak yang ditaruh di sekolah itu bukan ibarat kata tempat laundry atau pengasuhan instan,” tegasnya.
Nilai-nilai pembiasaan yang diajarkan di kelas wajib mendapatkan penguatan kembali melalui contoh konkret dari orang tua. Ketidakselarasan aturan di rumah dan sekolah hanya akan membuat proses pembentukan karakter anak menjadi terhambat.
| Baca juga: Penguatan Pola Asuh di Hari Anak Nasional |
Proses penerimaan siswa baru menyertakan sesi dialog mendalam untuk mengenali ekspektasi serta nilai dasar keluarga calon siswa.
“Langkah awal ini penting guna memastikan kesiapan orang tua berkolaborasi secara aktif bersama pihak sekolah,” jelasnya.
Arief menjelaskan bahwa hubungan yang terjalin antara sekolah dan orang tua berlandaskan semangat kemitraan yang sejajar dan saling mendukung. Kedua belah pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan serta kendala yang dialami anak di lapangan.
Kemitraan yang solid antara rumah dan sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman serta konsisten bagi anak. Pengasuhan yang berkesinambungan ini menjadi fondasi utama penentu keberhasilan masa depan peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....