Bawaslu Sumbar Tutup Orientasi PPPK, SDM Jadi Kunci Pengawasan Pemilu 2029
- 10 Agt 2026 22:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Barat (Sumbar) menutup Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu Sumbar dan 19 kabupaten/kota, Senin (10/8/2026).
Penutupan kegiatan yang berlangsung di Aula Bawaslu Sumbar itu dilakukan Deputi Administrasi Bawaslu RI La Bayoni secara virtual.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Sumbar Alni, Anggota Bawaslu Sumbar Muhamad Khadafi, Vifner dan Febrian Bartez, Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar Rinaldi Aulia, serta jajaran sekretariat.
Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar Rinaldi Aulia mengatakan, orientasi tersebut diikuti 176 peserta PPPK. Pelaksanaan dilakukan secara mandiri dan dibagi dalam lima gelombang sesuai instruksi Bawaslu RI.
"Peserta sebanyak 176 orang. Kita sudah melakukan secara mandiri pembekalan. Dengan adanya instruksi dari Bawaslu RI, kita membagi kelas menjadi lima gelombang. Hari ini penutupan gelombang lima dan seluruh peserta orientasi PPPK," kata Rinaldi.
Ia menyebutkan, Bawaslu Sumbar juga memberikan penilaian terhadap peserta di masing-masing kelas. Lima peserta dengan nilai terbaik dari setiap kelas diberikan apresiasi sebagai pemicu semangat dalam bekerja.
"Kami bangga teman-teman PPPK telah menyelesaikan dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Sumbar Muhamad Khadafi mengatakan, orientasi tersebut menjadi bagian dari persiapan jajaran Bawaslu menghadapi Pemilu 2029.
Menurutnya, pembekalan yang diberikan menjadi penanda bahwa Bawaslu mulai mempersiapkan sumber daya manusia untuk menjalankan tugas pencegahan, pengawasan dan penindakan.
"Ini penanda bahwa kita sudah siap melakukan pengawasan, pencegahan dan penindakan di Pemilu 2029. Kita sudah mulai persiapan untuk tugas dan fungsi kewenangan kita," katanya.
Khadafi mengatakan, persiapan menghadapi pemilu perlu dilakukan lebih awal, termasuk menyiapkan personel dan sumber daya pendukung.
"Ini mesti kita sampaikan ke publik, kita lebih awal melakukan persiapan pemilu. Kita mempersiapkan personel dan sumber daya agar tugas pokok dan fungsi kewenangan kita bisa digunakan di 2029," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada 176 peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian orientasi.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Sumbar Vifner mengatakan, masing-masing angkatan mengikuti pembekalan selama delapan hari. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai langkah kerja, tugas dan tanggung jawab dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu.
"Proses pembekalan masing-masing angkatan selama delapan hari, diberikan pengetahuan soal langkah kerja dan tugas dan tanggung jawab di Bawaslu," katanya.
Vifner menekankan pentingnya peran sekretariat dalam mendukung kerja pimpinan Bawaslu. Menurutnya, tugas pengawasan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan jajaran sekretariat.
"Seluruh tahapan dan aktivitas dalam melakukan pekerjaan tentu saja kita pimpinan tidak akan bekerja maksimal tanpa teman-teman sekretariat," ujarnya.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat meningkatkan kemampuan teknis dan administrasi para PPPK sehingga mampu mendukung kinerja kelembagaan Bawaslu secara maksimal.
Hal senada disampaikan Koordinator Divisi SDMOD Bawaslu Sumbar Febrian Bartez. Ia mengatakan, para peserta yang telah mengikuti orientasi kini menjadi bagian dari keluarga besar Bawaslu.
"Teman-teman sudah menjadi keluarga Bawaslu. Output dari kegiatan akan berdampak positif terhadap Bawaslu. Saya berharap dengan kegiatan orientasi meningkatkan kapasitas menyongsong Pemilu 2029," katanya.
Bartez mengingatkan peserta agar terus meningkatkan kualitas dan kemampuan, tidak hanya melalui pembelajaran formal.
"Orientasi ini belajar yang sangat normal. Pesan saya, tidak hanya di ruangan formal, kita dituntut belajar meningkatkan kualitas dan kemampuan. Mari jaga kekompakan," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Administrasi Bawaslu RI La Bayoni mengatakan, setelah orientasi berakhir, seluruh peserta diharapkan kembali menjalankan tugas di bidang masing-masing dan memberikan kontribusi bagi lembaga.
"Setelah penutupan ini kembali bekerja di bidang masing-masing dan memberikan kontribusi yang besar," katanya.
La Bayoni menilai keberadaan PPPK memiliki posisi strategis dalam mendukung tugas Bawaslu. Karena itu, ia meminta seluruh peserta terus meningkatkan kapasitas dan memahami tugas serta tanggung jawabnya.
Menurutnya, Bawaslu saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di semua tingkatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
"Keberadaan PPPK sangat strategis. Kita sedang berupaya untuk meningkatkan SDM di semua tingkatan," ujarnya.
La Bayoni menyebut persiapan menuju Pemilu 2029 perlu dilakukan sejak dini. Ia mengatakan tahapan persiapan akan dimulai pada 2027 sehingga waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapan jajaran Bawaslu.
"Harap memantaskan diri dan bekerja dengan baik. Jadikan orientasi ini sebagai titik awal bekerja dengan baik untuk menghadapi Pemilu 2029," katanya.
Dengan berakhirnya orientasi tersebut, 176 PPPK Bawaslu Sumbar diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan pembekalan yang diperoleh dalam mendukung tugas kelembagaan serta memperkuat kesiapan pengawasan menuju Pemilu 2029. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....