Sejarah Sandal Jepit, Dari Mesir Kuno hingga Era Modern

  • 03 Agt 2026 10:12 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Sandal jepit memiliki sejarah panjang yang sudah dimulai sejak ribuan tahun lalu. Alas kaki sederhana ini pertama kali ditemukan dan digunakan oleh masyarakat Mesir Kuno.

Berdasarkan literatur sejarah, gambar sandal tertua ditemukan pada relief Mesir kuno (sekitar 4000 SM) dan spesimen fisik tertua yang terbuat dari papirus berusia sekitar 1500 SM tersimpan di British Museum.

Pada masa itu, bahan pembuatannya memanfaatkan daun papirus serta kulit hewan liar. Bentuknya dirancang sangat sederhana untuk melindungi telapak kaki dari pasir panas.

Peradaban lain seperti Yunani dan Romawi Kuno juga mulai menciptakan versi mereka. Menurut The Story of Footwear (1998), letak tali pemisah jari pada sandal bervariasi di tiap negara.

Masyarakat Mesir meletakkan tali di antara jari pertama dan kedua. Sementara itu, bangsa Romawi menempatkan tali di antara jari kedua dan ketiga.

Perkembangan bentuk modern sandal jepit sangat dipengaruhi oleh tradisi masyarakat Jepang. Mereka mengenal alas kaki tradisional bernama zōri yang terbuat dari jerami jerami.

Setelah Perang Dunia II berakhir, prajurit Amerika Serikat membawa pulang zōri sebagai oleh-oleh. Informasi ini dicatat dalam studi sejarah Feminist Studies (Kite, 2004) tentang komodifikasi budaya.

Produsen Barat kemudian mulai mengadopsi bentuk zōri dengan mengganti bahannya menggunakan karet. Karet sintetis membuat alas kaki ini menjadi sangat lentur dan tahan air.

Pada tahun 1962, perusahaan asal Brasil bernama Havaianas meluncurkan desain sandal karet massal. Peluncuran tersebut terinspirasi langsung oleh struktur dasar sandal zōri asal Jepang.

Inovasi tersebut membuat sandal jepit makin populer di berbagai belahan dunia. Harganya yang murah membuat alas kaki ini diminati oleh berbagai lapisan masyarakat.

Kini sandal jepit telah menjadi perlengkapan harian yang wajib dimiliki banyak orang. Bentuknya yang praktis tetap dipertahankan sejak zaman kuno hingga masa sekarang. (DKA/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....