Bukan Sekadar Panas, Super El Nino Bawa Ancaman Baru
- 29 Jul 2026 07:45 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Indonesia kembali menghadapi ancaman cuaca ekstrem setelah Super El Nino 2026 diprediksi mengalami penguatan dalam beberapa waktu mendatang. Fenomena iklim tersebut berpotensi membawa periode kering lebih panjang dibandingkan kejadian El Nino sebelumnya.
Pakar klimatologi BRIN mengungkapkan bahwa perkembangan El Nino tahun ini berlangsung lebih cepat dibandingkan fenomena serupa pada 2023. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan berkurangnya curah hujan.
Kekuatan El Nino 2026 diperkirakan mampu memicu perubahan pola cuaca yang berdampak luas bagi berbagai sektor kehidupan. Kekeringan berkepanjangan dapat memengaruhi ketersediaan air, pertanian, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Berbeda dengan beberapa wilayah yang masih berpotensi mendapatkan hujan, sebagian besar daerah Indonesia diprediksi mengalami kondisi lebih kering. Wilayah rawan seperti Kalimantan dan Sumatra perlu memperkuat langkah pencegahan terutama terhadap ancaman kebakaran gambut.
Selain berdampak di Indonesia, penguatan El Nino juga dapat memicu peningkatan aktivitas badai tropis di Samudra Pasifik. Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di sejumlah negara akibat perubahan pergerakan sistem atmosfer global.
Menghadapi kondisi tersebut, kesiapan menjadi faktor penting agar dampak Super El Nino dapat diminimalkan oleh masyarakat. Adaptasi seperti penghematan air, teknologi pertanian, serta pengawasan kawasan rawan kebakaran perlu terus diperkuat.
Fenomena Super El Nino 2026 menjadi pengingat bahwa perubahan iklim menghadirkan tantangan semakin kompleks bagi dunia. Kolaborasi pemerintah, peneliti, dan masyarakat diperlukan untuk menghadapi risiko cuaca ekstrem secara lebih efektif. (AS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....