Side Hustle di Era Digital, Cuan Tambahan, atau Beban Baru?

  • 28 Jul 2026 07:42 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Side hustle semakin populer di era digital yang serba terhubung. Banyak orang mencari penghasilan tambahan melalui pekerjaan sampingan berbasis online.

Kemajuan teknologi memudahkan siapa saja memulai usaha tanpa modal besar. Platform digital membuka peluang baru bagi pekerja dari berbagai latar belakang.

Menurut World Economic Forum, ekonomi gig terus berkembang pesat. “Platform digital menciptakan peluang kerja fleksibel bagi jutaan orang” (WEF, 2022).

Side hustle sering dianggap solusi untuk meningkatkan stabilitas finansial. Penghasilan tambahan membantu memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat.

Namun, menjalankan pekerjaan tambahan juga membutuhkan waktu dan energi ekstra. Tidak semua orang mampu menyeimbangkan pekerjaan utama dan sampingan dengan baik.

Penelitian dari Pew Research Center menyoroti tren ini. “Banyak pekerja mengambil pekerjaan tambahan untuk alasan ekonomi” (Pew Research Center, 2021).

Di sisi lain, side hustle dapat mengembangkan keterampilan baru yang bermanfaat. Pengalaman ini bahkan bisa membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan.

Namun, risiko kelelahan dan burnout tetap perlu diperhatikan oleh pelaku side hustle. Beban kerja berlebih dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Menurut International Labour Organization, keseimbangan kerja penting dijaga. “Jam kerja berlebihan dapat menurunkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja” (ILO, 2020).

Selain itu, tidak semua side hustle menghasilkan keuntungan yang stabil. Beberapa pekerjaan sampingan bersifat tidak pasti dan bergantung pada permintaan pasar.

Kesimpulannya, side hustle bisa menjadi peluang maupun beban tergantung pengelolaannya. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....