Penguatan Pola Asuh di Hari Anak Nasional
- 23 Jul 2026 10:37 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Menyambut peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Bukittinggi mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola asuh serta perlindungan bagi anak.
Melalui siaran program "Bincang Pagi" di frekuensi 97,2 FM, praktisi dan pemerhati anak, Eviliya Mayeri, yang juga Kepala TK Negeri Pembina Bukittinggi, menyoroti peran vital orang tua dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa, khususnya bagi mereka yang berada di bawah usia 18 tahun.
"Anak-anak itu aset berharga bagi masa depan. Jangan sekali-kali melabeli anak dengan kata-kata negatif seperti 'bodoh', karena ucapan orang tua adalah doa. Bangunlah komunikasi yang positif, tahan emosi, dan cobalah untuk saling membuka diri dengan anak," sebutnya.
Menurut Eviliya Mayeri, selain menghindari pelabelan negatif dan amarah yang berlebihan, pola komunikasi yang ideal seyogianya lebih berfokus pada tindakan mengarahkan ketimbang sekadar melarang.
"Pendekatan persuasif tanpa membanding-bandingkan anak dengan saudara maupun orang lain sangat efektif untuk menjaga kestabilan psikologis serta mendukung potensi unik yang dimiliki setiap anak," terangnya.

Eviliya Mayeri menambahkan, zaman sekarang ini tingkat kekerasan dan pelecehan terhadap anak di bawah umur semakin mengkhawatirkan, bahkan pelaku bisa datang dari lingkungan terdekat. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan agar anak-anak mendapatkan perlindungan yang maksimal, baik secara hukum, kesehatan, maupun pendidikan.
"Upaya pengawasan terhadap keselamatan fisik dan mental anak tersebut dinilai semakin mendesak di tengah maraknya ancaman kejahatan di lingkungan sosial. Di samping kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan, masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga daya tahan tubuh keluarga melalui konsumsi bahan-bahan alami guna mengantisipasi perubahan cuaca pancaroba yang rentan memicu penyakit," ungkapnya.
Momentum Hari Anak Nasional ini diharapkan Eviliya Mayeri, dapat menjadi sarana introspeksi diri bagi para orang tua dan pemangku kepentingan.
"Sinergi antara pemenuhan hak-hak dasar, penciptaan ruang tumbuh yang aman, serta pemberian dukungan emosional dalam keluarga menjadi kunci utama untuk mewujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, ceria, dan terlindungi," tukasnya. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....