Apa Itu Buah Klimaterik? Kenali Ciri dan Contohnya

  • 22 Jul 2026 18:32 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Buah klimaterik adalah jenis buah yang masih dapat melanjutkan proses pematangan meskipun telah dipanen dari pohonnya. Proses ini terjadi karena buah menghasilkan gas etilen, yaitu hormon alami tumbuhan yang berperan dalam mempercepat pematangan. Selain menghasilkan etilen, buah klimaterik juga mengalami peningkatan laju respirasi yang menyebabkan perubahan pada warna kulit, tekstur, aroma, dan rasa sehingga menjadi lebih matang dan siap dikonsumsi.

Buah klimaterik memiliki beberapa ciri khas, yaitu dapat matang setelah dipanen, menghasilkan gas etilen dalam jumlah cukup tinggi, serta mengalami perubahan fisik dan kimia selama proses pematangan. Tekstur buah akan menjadi lebih lunak, warna kulit berubah menjadi lebih menarik, aroma semakin harum, dan kandungan gula meningkat sehingga rasanya menjadi lebih manis. Karena karakteristik tersebut, buah klimaterik sering dipanen sebelum benar-benar matang untuk memudahkan proses pengangkutan dan distribusi.

Beberapa contoh buah klimaterik yang umum dijumpai adalah pisang, mangga, pepaya, alpukat, apel, pir, jambu biji, tomat, kiwi, dan sawo. Buah-buahan tersebut tetap dapat mencapai tingkat kematangan yang optimal apabila disimpan dengan baik setelah dipanen. Untuk mempercepat proses pematangan, buah klimaterik dapat disimpan bersama buah lain yang menghasilkan etilen, seperti pisang atau apel. Sebaliknya, jika ingin memperlambat pematangan, buah sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan dipisahkan dari buah yang sudah matang.

Berbeda dengan buah klimaterik, buah nonklimaterik tidak mengalami proses pematangan yang berarti setelah dipanen. Oleh karena itu, buah nonklimaterik harus dipanen ketika sudah mencapai tingkat kematangan yang optimal agar memiliki rasa, aroma, dan kualitas terbaik. Contoh buah nonklimaterik antara lain jeruk, anggur, nanas, semangka, stroberi, ceri, dan lemon. Memahami perbedaan kedua jenis buah ini sangat penting untuk menentukan waktu panen, metode penyimpanan, serta distribusi yang tepat sehingga kualitas buah tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.(TW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....