Tim KKN PPM UGM Tapak Koto Bantu Pemulihan Bencana Agam

  • 21 Jul 2026 10:00 WIB
  •  Bukittinggi
Poin Utama
  • Penerimaan Resmi Tim KKN: Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam meresmikan kedatangan Tim KKN-PPM UGM Tapak Koto Periode II Tahun 2026 pada Senin (22/6/2026) yang dihadiri jajaran Forkopimca serta Wali Nagari Balingka dan Koto Panjang.
  • Fokus Pemulihan Bencana: Mengusung tema pengembangan potensi pertanian dan pariwisata berkelanjutan, program ini berfokus memulihkan Nagari Balingka dan Koto Panjang yang terdampak galodo November 2025.
  • Pengabdian Empat Kluster: Sebanyak empat kluster keilmuan (Saintek, Medika, Soshum, dan Agro) bertugas mulai 21 Juni hingga 8 Agustus 2026 dengan tinggal bersama warga guna merumuskan program pemberdayaan.

RRI.CO.ID, Agam - Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam resmi menerima mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun 2026. Tim Tapak Koto tersebut hadir guna membantu percepatan pemulihan pascabencana di kawasan setempat.

Acara penerimaan resmi tersebut dilaksanakan di Kantor Camat IV Koto pada Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan Prof. Dr. Ritmaleni, S.Si.

Turut hadir pula Camat IV Koto Subchan, serta Wali Nagari Balingka Aljumpati Agus. Selain itu, Wali Nagari Koto Panjang Yunarson St Bandaro dan Kapolsek IV Koto KP Aiga Putra, juga ikut menghadiri acara tersebut.

Tim Tapak Koto mengusung tema "Peningkatan dan Pemulihan Kapasitas Masyarakat Desa dalam Mengembangkan Potensi Pertanian dan Pariwisata sebagai Upaya Mewujudkan Desa yang Mandiri dan Berkelanjutan Pascabencana". Program ini secara khusus menyasar Nagari Balingka dan Nagari Koto Panjang.

Kedua nagari tersebut merupakan wilayah yang sempat terdampak bencana banjir bandang atau galodo pada November 2025 lalu. Kehadiran para mahasiswa diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi ekonomi serta sosial masyarakat desa.

Camat IV Koto Subchan, menyambut baik kedatangan seluruh anggota tim. Ia berharap program KKN Tapak Koto ini menjadi jembatan nyata antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemulihan pascabencana.

Subchan juga berharap mahasiswa UGM dapat membawa inovasi serta solusi yang berkelanjutan bagi Nagari Balingka dan Nagari Koto Panjang. Kolaborasi ini dinilai sangat penting demi kebangkitan nagari.

Mahasiswa Tim Tapak Koto sendiri berasal dari empat kluster keilmuan, yaitu Saintek, Medika, Soshum, dan Agro. Mereka bertugas mulai 21 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Para mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, serta melaksanakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Kehadiran mereka disambut hangat oleh warga setempat. (MIK/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....