Encik Djusair, "Perempuan Minangkabau Pejuang Hak Kaum Wanita"

  • 21 Jul 2026 08:05 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Encik Djusair atau yang juga dikenal dengan ejaan Enjik Djoesair merupakan salah satu tokoh pergerakan perempuan Minangkabau yang aktif memperjuangkan hak-hak perempuan pada masa kolonial Belanda.

Kiprahnya dikenal melalui perannya dalam membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian, pendidikan, dan kesejahteraan perempuan di Sumatera Barat pada awal abad ke-20.

Dalam sejarah pergerakan perempuan, Encik Djusair tercatat sebagai Ketua Soeara Kaoem Iboe Soematera (SKIS), organisasi yang menjadi wadah perjuangan kaum perempuan di Sumatera Barat.

Melalui organisasi tersebut, ia mendorong peningkatan peran perempuan dalam kehidupan sosial serta memperjuangkan kesempatan yang lebih luas bagi kaum wanita untuk berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.

Peran Encik Djusair juga terekam dalam Kongres pertama Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) yang berlangsung di Fort de Kock, kini Bukittinggi, pada 1939. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan kritik terhadap para ninik mamak agar mendorong kaum laki-laki ikut mengambil alih pekerjaan berat di sawah.

Gagasan tersebut mencerminkan kepeduliannya terhadap beban kerja perempuan pedesaan dan pentingnya pembagian peran yang lebih adil dalam kehidupan masyarakat.

Perjuangan Encik Djusair berjalan seiring dengan tokoh-tokoh perempuan Minangkabau lainnya, seperti Rahmah El Yunusiyah, Rangkayo Chaelan, dan Saadah Halim.

Melalui pemikiran dan kiprahnya, Encik Djusair dikenang sebagai salah satu pelopor gerakan perempuan di Sumatera Barat yang turut memperjuangkan kesetaraan, pemberdayaan, dan peningkatan peran perempuan dalam kehidupan sosial dan adat Minangkabau. (ER/YPA))

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....