Mengenal Yahya Datuk Kayo, Pelopor Bahasa Indonesia di Volksraad
- 21 Jul 2026 07:55 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Yahya Datuk Kayo atau Jahja Datoek Kajo merupakan tokoh pejuang nasional asal Nagari Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang lahir pada 1 Agustus 1874.
Ia dikenal sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat) pada masa Hindia Belanda yang memiliki keberanian memperjuangkan kepentingan bangsa Indonesia melalui jalur politik. Yahya wafat pada 9 November 1942, namun kiprahnya tetap dikenang dalam sejarah perjuangan nasional.
Nama Yahya Datuk Kayo tercatat dalam sejarah sebagai tokoh pertama yang berpidato menggunakan Bahasa Indonesia dalam sidang resmi Volksraad pada 1927. Langkah tersebut menjadi bentuk perlawanan simbolis terhadap dominasi penggunaan bahasa Belanda di forum resmi pemerintahan kolonial.
Meski mendapat penolakan dan ejekan dari sejumlah anggota dewan Belanda, ia tetap konsisten menggunakan bahasa Melayu yang kemudian berkembang menjadi Bahasa Indonesia.
Keberanian Yahya Datuk Kayo dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan memartabatkan Bahasa Indonesia. Aksi tersebut berlangsung setahun sebelum para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Oleh karena itu, perannya kerap dikenang sebagai pelopor penggunaan Bahasa Indonesia di lembaga resmi pemerintahan kolonial.
Semangat pengabdian Yahya Datuk Kayo juga diwariskan kepada keluarganya. Putranya, Daan Jahja, tercatat sebagai perwira TNI berpangkat Letnan Kolonel dan pernah menjabat Gubernur Militer Jakarta pada 1948–1950.
Sementara putra lainnya, Jamalus Yahya dan Akhirul Yahya, turut mengabdikan diri sebagai kepala daerah di Sumatera Barat. Kiprah Yahya Datuk Kayo menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa dalam memperjuangkan identitas nasional melalui bahasa dan jalur politik. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....