BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Indonesia pada Juli-September 2026

  • 06 Jul 2026 10:10 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli - September 2026.

Kondisi ini harus dimulai antisipasi oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan ketersediaan air, kondisi kesehatan, serta kebutuhan multi sektor yang terdampak dapat dikendalikan. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan, puncak kemarau terjadi pada Juli yang mencakup 83 zona musim.

Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026, meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, NTT bagian Selatan, Sulawesi bagian utara, bagian tengah, bagian barat, dan sebagian daerah lainnya.

BMKG memprediksi, fenomena El Nino akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98% dan kategori kuat sebesar 62%, namun dampaknya untuk wilayah Indonesia, saat ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober.

BMKG turut menghimbau pelaku sektor energi untuk memastikan kapasitas air bendungan untuk memastikan kapasitas air bendungan untuk operasional PLTA. kemudian pemerintah daerah diharapkan menyiapkan mekanisme respon cepat untuk antisipasi memburuknya kualitas udara yang berpotensi memicu ISPA.

Untuk perencanaan aksi dini yang lebih rinci sesuai kondisi iklim di wilayah masing masing, masyarakat diharapkan dapat menghubungi kantor BMKG terdekat. Fenomena El Nino diprediksi bertahan hingga awal tahun 2027 dan membawa berbagai dampak krusial seperti, puncak kemarau panjang, yang di prediksi berlangsung lebih lama.

Sementara dampak dari El Nino adalah, kekeringan dan krisis air bersih, ancaman disektor pertanian, kebakaran hutan, serta gangguan sektor perikanan.

Sementara itu dampak positif dari fenomena El Nino yaitu, khususnya bagi sektor perikanan dan industri di wilayah Indonesia.

Di antara dampak positif nya adalah peningkatan tangkapan ikan, optimalisasi produksigaram, dan pengurangan hama tanaman. BMKG juga menghimbau masyarakat untuk senantiasa merujuk saluran resmi BMKG untuk mendapatkan informasi terkait cuaca, iklim dan lain sebagainya. (ELB/YPA)

Sumber berita : https://www.bmkg.go.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....