BPK Sumbar Apresiasi Festival Pasambahan Adat Nagari Gadut 2026

  • 28 Jun 2026 13:34 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Kab Agam - Sebanyak 25 peserta mengikuti Festival Pasambahan Nagari Gadut 2026 yang digelar di Hotel Arro, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat bekerja sama dengan Rumah Baca Anak Nagari (RBAN) dan Pemerintah Kabupaten Agam sebagai upaya menjaga serta merawat tradisi lisan dan adat Minangkabau.

Sebelum festival berlangsung, para peserta telah mengikuti pelatihan intensif sejak 21 hingga 27 Juni 2026.

Dalam pelatihan tersebut, mereka dibekali kemampuan berkomunikasi melalui panitahan atau pasambahan adat Minangkabau dengan menampilkan empat materi utama, yakni; Parundiangan Manjapuik Batu, Parundiangan Siriah Ka Tangah, Parundiangan Makan, serta Parundiangan Maanta Marapulai.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas nagari melalui pelestarian budaya Minangkabau sekaligus menumbuhkan generasi muda yang memahami nilai-nilai adat dan tradisi.

Festival dibuka oleh Kasubag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat Hariadi, S.S.M.A didampingi Kasi Pagelaran dan Pameran Seni Budaya UPT Taman Budaya Vandrowis, Pemilik Rumah Baca Anak Nagari (RBAN) Sry Eka Handayani,M.Pd, Kepala Dinas DP3APPKB Kabupaten Agam, para Wali Jorong se-Nagari Gadut, Babinsa Gadut, serta Bhabinkamtibmas Gadut.

Dalam sambutannya, Hariadi menegaskan bahwa urusan kebudayaan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, sementara pemerintah berperan sebagai fasilitator dalam upaya pemajuan kebudayaan.

"Urusan kebudayaan adalah milik seluruh masyarakat dan kami di pemerintah hanya sebagai fasilitator. Yang menjadi pelaku utama budaya sesungguhnya adalah nagari-nagari dalam rangka pemajuan kebudayaan. Kegiatan yang dilaksanakan Rumah Baca Anak Nagari ini sangat baik, mulai dari penyusunan proposal, kajian hingga pelaksanaannya, sehingga mendapat dukungan anggaran sebesar Rp50 juta," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inti dari pelestarian budaya adalah menjaga ekspresi budaya berupa nilai-nilai adat yang tetap berlandaskan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah.

Sementara itu, Ketua Buek Arek Aro Kandikia Ferizal,SH Datuak Palimo menyampaikan apresiasi atas semangat anak nagari dalam mempelajari pasambahan adat.

"Kami sangat mengapresiasi dan terharu melihat anak kemenakan mengikuti kegiatan ini. Ini merupakan modal penting untuk memperkuat generasi penerus agar tetap mencintai adat dan budaya Minangkabau," katanya.

Menurutnya, komitmen melestarikan budaya harus terus dijaga agar nilai-nilai adat tetap hidup di tengah masyarakat.

"Budaya Minangkabau itu indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan. Karena itu kita semua harus memiliki komitmen untuk terus melestarikannya,"ujar ferizal

Melalui Festival Pasambahan Nagari Gadut 2026, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mahir bertutur dalam pasambahan adat, tetapi juga mampu menjadi pewaris nilai-nilai budaya Minangkabau di masa depan. (JM/RRi BKT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....