Kenapa Wajah dan Suara Kita Bisa Dipalsukan dengan AI?

  • 28 Jun 2026 21:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Sekarang, wajah dan suara seseorang bisa dipalsukan hanya dari beberapa foto atau potongan audio singkat. Cukup dengan video di media sosial atau rekaman suara beberapa detik, AI sudah bisa membuat wajah bergerak dan suara berbicara seolah-olah itu benar-benar kita. Inilah yang disebut sebagai deepfake dan voice cloning.

Teknologi ini bekerja karena AI belajar mengenali pola. Untuk wajah, AI mempelajari bentuk mata, mulut, ekspresi, dan cara seseorang bergerak. Untuk suara, AI mempelajari nada, intonasi, aksen, dan cara seseorang berbicara. Setelah itu, AI bisa membuat versi digital yang sangat mirip dan menggunakannya untuk mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak pernah kita ucapkan.

Yang membuat teknologi ini semakin mengkhawatirkan adalah karena sekarang AI tidak membutuhkan banyak data. Beberapa alat voice cloning bahkan bisa meniru suara seseorang hanya dari rekaman 10–30 detik. Wajah juga bisa dipalsukan hanya dari beberapa foto atau video yang kita unggah di internet.

Karena hasilnya semakin realistis, banyak orang mulai sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa suara hasil AI sekarang sudah hampir tidak bisa dibedakan dari suara manusia asli. Bahkan, banyak kasus penipuan menggunakan suara palsu keluarga, atasan, atau teman untuk meminta uang dan informasi pribadi.

Itulah sebabnya, semakin penting untuk berhati-hati dengan apa yang kita unggah di internet. Foto, video, dan suara yang terlihat biasa saja bisa digunakan untuk membuat versi palsu dari diri kita. Teknologi ini memang bisa berguna untuk film, pendidikan, atau membantu orang yang kehilangan kemampuan bicara, tetapi di sisi lain, ia juga membuat kita harus lebih waspada terhadap apa yang terlihat dan terdengar “terlalu nyata”. (STP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....