Bahaya Deepfake yang Semakin Sulit Dibedakan dari Asli
- 28 Jun 2026 21:57 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Deepfake sekarang semakin sulit dibedakan dari video atau suara asli. Dengan bantuan AI, seseorang bisa membuat wajah bergerak, mengubah ucapan, bahkan membuat orang terlihat mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Karena hasilnya terlihat sangat meyakinkan, banyak orang mulai sulit percaya pada apa yang mereka lihat di internet.
Bahaya terbesar dari deepfake adalah karena teknologi ini bisa digunakan untuk menyebarkan informasi palsu. Video tokoh terkenal, guru, artis, atau bahkan teman sendiri bisa diedit agar terlihat sedang mengatakan sesuatu yang tidak pernah mereka ucapkan. Menurut penelitian terbaru, deepfake kini sudah cukup realistis sehingga banyak orang tidak bisa lagi membedakan mana yang asli dan mana yang dibuat oleh AI.
Selain untuk menyebarkan hoaks, deepfake juga sering dipakai untuk penipuan. Ada banyak kasus di mana suara atau wajah seseorang dipalsukan untuk meminta uang, mencuri data, atau menipu keluarga dan rekan kerja. Bahkan, sekarang cukup dengan potongan video dan suara singkat dari media sosial, AI bisa membuat tiruan yang sangat mirip.
Yang lebih mengkhawatirkan, deepfake juga bisa merusak reputasi seseorang. Foto dan video palsu dapat digunakan untuk mempermalukan, memfitnah, atau menyebarkan hal-hal yang tidak pernah dilakukan. Banyak korban deepfake bahkan kesulitan membuktikan bahwa video tersebut palsu karena tampilannya terlalu nyata.
Karena itu, sekarang kita tidak bisa lagi langsung percaya pada semua yang terlihat di internet. Semakin realistis teknologi AI, semakin penting juga untuk memeriksa sumber, mencari bukti lain, dan tidak langsung percaya hanya karena sebuah video terlihat nyata. Di era sekarang, “melihat” belum tentu berarti “percaya”. (STP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....