Fenomena Second Brain, "Saat Otak kita Dipindahkan ke HP"
- 25 Jun 2026 11:41 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang sekarang tidak lagi mengingat banyak hal di kepala karena semuanya sudah ada di HP. Nomor telepon, jadwal, ide, catatan, bahkan hal-hal kecil seperti daftar belanja atau apa yang harus dilakukan besok langsung disimpan di aplikasi. Lama-kelamaan, HP terasa seperti “otak kedua” yang membantu kita mengingat semuanya.
Fenomena ini sering disebut sebagai second brain. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan menyimpan informasi di luar kepala, biasanya di HP, laptop, atau aplikasi catatan. Menurut berbagai pembahasan tentang produktivitas digital, banyak orang merasa lebih tenang karena tidak perlu mengingat semuanya sendiri.
Di satu sisi, second brain memang membantu. Kita bisa menyimpan ide kapan saja, membuat to-do list, dan mengakses informasi dengan cepat. Banyak orang merasa lebih fokus karena otaknya tidak penuh dengan hal-hal yang harus diingat. Aplikasi seperti Notion, Google Keep, atau Apple Notes menjadi tempat untuk menyimpan hampir seluruh isi pikiran kita.
Namun, ada juga sisi lain yang mulai terasa. Karena terlalu bergantung pada HP, kita jadi semakin jarang melatih ingatan sendiri. Kita langsung membuka aplikasi untuk melihat jadwal, alamat, atau ide yang sebenarnya dulu bisa diingat tanpa bantuan. Beberapa peneliti menyebut kondisi ini sebagai “digital amnesia”, yaitu saat seseorang lebih mudah lupa karena tahu semua informasi sudah tersimpan di perangkat.
Pada akhirnya, HP memang bisa menjadi second brain yang sangat membantu. Tetapi jika semua hal langsung dipindahkan ke layar, kita juga bisa semakin sulit melatih fokus dan ingatan sendiri. Teknologi seharusnya membantu otak, bukan membuat kita berhenti menggunakannya. (STP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....