Strategi Data Real-Time Menuju Akreditasi Hukum Islam Unggul
- 18 Jun 2026 07:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Sistem akreditasi perguruan tinggi di Indonesia tengah mengalami transformasi fundamental seiring berlakunya instrumen pemantauan otomatis BAN-PT 2.0. Menghadapi perubahan regulasi yang kini berbasis data harian digital tersebut, jajaran dosen Program Studi Magister Hukum Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Workshop Penguatan Akreditasi Unggul di Aula Pascasarjana, Bukittinggi, Sumatra Barat, Kamis (18/6/2026).
Hadir sebagai pembicara kunci, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Ija Suntana, M.Ag., memaparkan bahwa era baru BAN-PT 2.0 menuntut perubahan paradigma total dari para pengelola program studi. Pola penyiapan dokumen akreditasi secara mendadak menjelang siklus lima tahunan berakhir kini tidak lagi relevan.
Sebab, instrumen baru seperti Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA) bekerja secara otomatis memantau rekam jejak institusi setiap tahun melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
"Kunci meraih predikat Unggul kini bergeser dari sekadar kecukupan input administratif ke pembuktian luaran (outputs) dan dampak (outcomes) yang riil," ujar Ija.
Bagi program studi pascasarjana seperti Magister Hukum Islam, parameter kritis yang diuji terutama mencakup produktivitas publikasi riset hukum di jurnal internasional bereputasi, masa tunggu kerja lulusan (tracer study), hingga efektivitas Siklus Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Pincangnya rasio dosen-mahasiswa atau minimnya pembaruan data di PDDIKTI akan langsung memicu penurunan peringkat akreditasi secara otomatis oleh sistem.Pemaparan taktis mengenai navigasi data dan tata kelola mutu berbasis digital ini mendapat respons positif dari pihak universitas.
Direktur Pascasarjana UIN Bukittinggi Prof. Dr. Nunu Burhanuddin, mengapresiasi tinggi peta jalan akreditasi yang dibedah dalam workshop tersebut.
| Baca juga: Teknologi Pengolahan Sampah Masa Depan |
"Kami sangat berterima kasih atas evaluasi dan materi yang sangat tajam dari Prof. Ija Suntana. Ini menjadi panduan taktis yang krusial bagi para dosen Magister Hukum Islam.
Langkah ini bukan sekadar demi mengejar status unggul di atas kertas, melainkan wujud komitmen kami dalam membangun ekosistem akademik yang sehat, akuntabel, dan adaptif terhadap standar digital BAN-PT," kata Nunu.
Melalui lokakarya ini, Pascasarjana UIN Bukittinggi memperkuat konsolidasi internal guna memastikan seluruh aktivitas tri-dharma prodi terekam secara valid dan konsisten, demi mempertahankan serta menaikkan kelas mutu pendidikan hukum Islam di kancah nasional.()
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....