Bali dan Sumatra Barat Masuk 10 Besar Provinsi Paling Rajin Membaca di Indonesia

  • 15 Jun 2026 08:40 WIB
  •  Bukittinggi
Poin Utama
  • Bali Pimpin Literasi Nasional: Berdasarkan data image_df801f.jpg, Bali berada di peringkat pertama dengan 69,52% penduduk usia 10 tahun ke atas rajin membaca di luar kitab suci dalam sepekan terakhir.
  • Sumbar Masuk Peringkat Atas: Provinsi Sumatera Barat berhasil menembus posisi ke-4 nasional dengan angka 60,9%, membuktikan budaya membaca di ranah Minang tumbuh sangat kuat.
  • Tantangan Rata-Rata Nasional: Indeks membaca nasional yang berada di angka 53,09% menunjukkan perlunya pemerataan akses buku dan penguatan literasi di 38 provinsi.

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Provinsi Bali berhasil menempati posisi teratas dalam daftar wilayah dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 69,52% penduduk usia 10 tahun ke atas di Bali tercatat aktif membaca dalam seminggu terakhir di luar kitab suci.

Capaian positif ini disusul oleh DKI Jakarta di posisi kedua dengan persentase 65,2%. Menariknya, sejumlah provinsi di luar Pulau Jawa menunjukkan taji mereka dengan mendominasi posisi 10 besar nasional, termasuk Papua (61,59%), Sumatera Barat (60,9%), Kepulauan Riau (59,75%), Aceh (59,71%), dan Sumatera Selatan (59,08%).

Data indikator sosial mengenai tingkat membaca ini bersumber resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, yang kemudian diperbarui kembali datanya pada tanggal 4 Agustus 2025.

Kehadiran daerah-daerah tersebut di papan atas membuktikan bahwa budaya literasi dan kebiasaan membaca tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat pendidikan besar yang ada di Pulau Jawa saja. Keterlibatan aktif masyarakat daerah dalam mengakses bacaan non-keagamaan memperlihatkan pemerataan minat baca yang mulai tumbuh positif.

Meski demikian, tantangan besar masih membayangi dunia literasi nasional mengingat rata-rata angka membaca di tingkat nasional berada di angka 53,09%. Hal ini menandakan masih adanya ruang evaluasi yang besar bagi pemerintah dan pegiat literasi untuk terus memperluas akses bahan bacaan yang berkualitas secara konsisten di seluruh 38 provinsi. (MIK/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....