Kenapa Algoritma TikTok Bisa Tahu Apa yang Kita Suka?

  • 15 Jun 2026 08:12 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang merasa heran karena TikTok sering menampilkan video yang sangat sesuai dengan apa yang sedang dipikirkan atau disukai. Baru sekali menonton video tentang kucing, traveling, atau drama tertentu, tiba-tiba beranda langsung dipenuhi konten serupa. Rasanya seperti aplikasi itu bisa “membaca pikiran”.

Sebenarnya, algoritma TikTok tidak benar-benar tahu isi pikiran kita. Aplikasi itu hanya sangat pintar membaca kebiasaan kecil yang sering tidak kita sadari. Berapa lama kita menonton video, video mana yang kita ulang, konten apa yang kita like, komentar, simpan, atau bahkan hanya kita lihat beberapa detik lebih lama, semuanya menjadi petunjuk bagi algoritma.

Menurut TikTok, hal yang paling berpengaruh bukan hanya apa yang kita sukai, tetapi apa yang paling lama menarik perhatian kita. Jika kita berhenti lebih lama di video tertentu, algoritma menganggap kita tertarik dan mulai menampilkan lebih banyak konten serupa. Bahkan, kecepatan kita menggulir layar atau berhenti sejenak di suatu video juga bisa dibaca sebagai sinyal.

Semakin sering kita menggunakan TikTok, semakin “kenal” algoritma itu dengan kebiasaan kita. Dalam waktu singkat, TikTok bisa membangun pola tentang humor yang kita suka, topik yang membuat kita penasaran, sampai hal-hal yang membuat kita terus menonton. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa algoritma TikTok bisa mulai memperkuat minat seseorang hanya setelah ratusan video pertama yang ditonton.

Itulah sebabnya, lama-kelamaan beranda TikTok terasa sangat personal. Bukan karena aplikasi itu benar-benar tahu siapa kita, tetapi karena setiap klik, like, dan detik yang kita habiskan menjadi “bahasa” yang dipahami algoritma. Dan tanpa sadar, semakin sering kita menonton sesuatu, semakin besar juga kemungkinan kita akan terus melihat hal yang sama. (STP/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....